|
Swara
Ditpertais: No.
9 Th. II, 15 Juni 2004 |
MODERNISASI PERPUSTAKAAN
(Pelatihan
Tenaga Teknis Perpustakaan UIN, IAIN, dan STAIN
seluruh Indonesia di Surabaya)
Salah
satu indikator maju dan tidaknya sebuah Pergurun Tinggi, dapat dilihat
dari sejauhmanakah kelengkapan dan layanan perpustakaan yang ada. Sosok
Perguruan Tinggi yang bermutu pasti akan mempunyai berbagai macam literatur
atau sumber refferensi keilmuan yang lengkap dan dengan di backup pelayanan
tenaga teknis perpustakaan yang juga profesional. Dua hal ini agaknya
yang coba dikejar oleh Ditpertais dengan melakukan “Orientasi Tenaga
Teknis Perpustakaan bagi PTAI” di IAIN Surabaya tanggal 13 s/d17
Juni 2004. Kegiatan orientasi/pelatihan tenaga tehnis perpustakaan ini
dibuka langsung oleh Dirjen Bagais Prof. A. Qodri Azizy, Ph.D. Dalam pidatonya
Pak Dirjen, mengingatkan akan optimalisasi peran tenaga tehnis perpustakaan
untuk dapat membantu mendinamisir kampus dengan memberikan layanan informasi
dan mengkases buku-buku yang bermutu tinggi.
Kegiatan
ini dilakukan agak cukup lama,--sekitar empat hari-- dengan stressing
utamanya adalah memberikan bekal kepada para pustakawan agar dapat meningkatkan
skill-nya mengikuti perkembangan tehnologi informasi dalam layanannya.
Sebagaimana diketahui kemajuan tehnologi informasi sangatlah cepat dan
bersifat massif. Cepatnya kemajuan tehnologi informasi ini, harus bisa
ditangkap aspek positifnya, yakni dengan mengintergrasikannya kedalam
layanan perpustakaan. Oleh karena itu adaptasi dan penggunaan TI (Information
Technology) menjadi sesuatu yang tidak dapat ditunda-ditunda lagi. Sebagaimana
diketahui dalam trend layanan informasi global dewasa ini, kemajuan TI
telah melahirkan institusi-institusi layanan baru yang dapat memperpendek
ruang-gerak manusia dan menambah efisiensi. Kegagalan perpustakaan untuk
mengikuti kemajuan akselerasi TI dapat berakibat fatal, yakni menjadi
sumber informasi yang usang, lamban dan tidak up to date.
Oleh
karena itu, dengan orientasi ini diharapkan para pengelola perpustakaan
akan lebih giat lagi mengejar ketertingglan dan yang lebih penting lagi
mampu memberikan layanan yang berbasis tehnologi informasi. Dalam pelatihan
ini, supaya goals yang diharapkan dapat terwujud, maka banyak dilibatkan
para pembicara yang memang terampil dalam bidangnya, terutama para master
dalam bidang perpustakaan (Master Libray), dan berbagai pakar komputer.
Kegiatan ini diikuti setidaknya 40 orang pustakawan atau tenaga tehnis
pengelola perpustakaan utusan dari seluruh UIN, IAIN dan STAIN se-Indonesia.
Pasca
kegiatan ini terutama setelah memperoleh berbagai materi seperti, maksimalisasi
kemajuan Internet untuk proses pemilihan dan koleksi, Pengembangan dan
Pembudayaan Network Cataloging dan Copy cataloging antar perpustakaan,
Pengolahan data koleksi, Pengelolaan otamasi Perpustakaan Universitas,
dan berbagai materi lainnya, mereka diharapkan akan dapat menambah credit
point citra layanan perpustakaan PTAIN dewasa ini. Apalagi ditengah-tengah
kemajuan tehnologi informasi, langkah modernisasi perpustakaan merupakan
jawaban yang harus segera direalisir. Karena kalau langkah ini tidak segera
ditempuh, maka perpustakaan akan tidak ubahnya menjadi sebuah “musium
kosong” di mana buku-buku yang disediakan mengalami “beban
aktualitas”, baik dari segi penemuan dan keilmiahannya. Keadaan
ini tentu saja kalau dibiarkan (tidak dintisipasi), akan berdampak kepada
seluruh civitas akademika, dengan ditandai mandegnya penemuan, dan kreatiifitas
berfikir para mahasiswanya. Semoga saja tidak demikian adanya, karena
sebagai “jantungya” Perguruan Tinggi, perhatian terhadap perpustakaan
menjadi, kewajiban bagi siapapun yang menjadi pimpinan di PTAI. (Gja)
|