Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

Penyempurnaan Rancangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) PTAI oleh Team Pakar

Swara Ditpertais: No. 9 Th. II, 15 Juni 2004

KEBIJAKAN BARU DIRJEN BAGAIS :
Diversifikasi Penelitian Upaya Mendekatkan Penelitian Dengan Problem Masyarakat

Meskipun kebijakan untuk memberikan support penelitian kepada PTAI telah lama dilaksanakan, namun hingga kini masih jarang diketemukan hasil penelitian di PTAI yang mumpuni. Karya magnum opus, hasil temuan Clifford Geertz, misalnya — terlepas dari kelebihan dan kekurangannya—tidak pernah lagi muncul ke permukaan. Lebih dari itu, penelitian yang ada, seringkali kehilangan relevansi dengan problematika yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Adanya gap antara hasil penelitian PTAI dengan problem masyarakat, mendorong Ditperta untuk melakukan kebijakan baru mengenai desain penelitian di PTAI. Dalam pertemuan yang membahas kebijakan penelitian tersebut hadir H. Arief Furqan, M.A, Ph.D (Direktur Pertais), Prof. Dr. Rusmin Tumanggor (UIN Jakarta), Cik Hasan Bisri, M.S.i(Peneliti senior IAIN Bandung), Anas Saidi, M.A (dari LIPI), Jufri Dolong, M.M (Kasubdit), dan Marzuki Wahid, M.A (Kasi Penelitian). Rekomendasi yang muncul dari acara tersebut antara lain. Pertama, perlu adanya diversifikasi penelitian. Selama ini penelitian yang ada cenderung ke arah pure research, untuk itu perlu dikembangkan corak penelitian yang lebih beragam, dengan stressing pada upaya memberikan solusi terhadap problem di masyarakat. Ragam penelitian yang perlu dikembangkan antara lain, Policy Research (penelitian kebijakan), Participatory Action Research (PAR), Penelitian bidang ilmu, Developmental Research, dan Penelitian Kemitraan (tujuan model dari penelitian ini adalah mendorong PTAI agar bermitra dengan lembaga yang lain dalam melakukan penelitian).

Upaya yang kedua, adalah melakukan peningkatan mutu hasil penelitian melalui Bantuan Penelitian (Grant), yakni Penelitian Kompetitif Terpadu. Mekanisme penelitian model ini, sebagaimana dijelaskan oleh Drs. Marzuki Wahid, M.A, dimulai dengan menyeleksi proposal yang terbaik, terus diseminarkan, mengadakan pelatihan penelitian, asistensi penelitian sampai dengan proses penerbitan dengan alokasi sekitar sepuluh orang. Secara umum arah baru peneiltian yang ingin dikedepankan adalah adanya sinergitas antara pendidikan, penelitian dengan pengabdian masyarakat yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Dengan desain baru tersebut, maka harapan akan lahirnya penelitian yang bersifat realistis tidak “ngawang-ngawang” akan bisa dipenuhi. Untuk menghasilkan output penelitian yang bagus, upaya tersebut di atas memanglah tidak cukup. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang antara lain adalah karena lemahnya kapasitas dosen dalam bidang penelitian, baik aspek metodologi dan desain penelitian yang diterapkan. Keadaan tersebut diperparah lagi dengan iklim akademik yang tidak kondusif dalam mengembangkan bakat penelitian dan masih minimnya dukungan finansial PTAI untuk penelitian. Sebagai akibatnya, etos dosen dalam meneliti juga mengalami “kelesuan” yang cukup berat. Apalagi penelitian masih dianggap sebagai dunia lain (the others), tidak terintegrasi dalam pribadi sebagai dosen (pengajar). Semoga dengan rumusan baru kebijakan penyelenggaraan penelitian di PTAI oleh Ditjen Bagais akan dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu dan kebudayaan, terutama peningkatan mutu pendidikan di PTAI serta dapat membantu memberikan solusi terhadap problem yang sedang dihadapi oleh masyarakat (Gja).