Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

MAKNA SOSIALISASI PENGOLAHAN DATA EMIS (KILAS BERITA)

Swara Ditpertais: No. 7 Th. II, 13 Mei 2004

Mensikapi Perubahan Sistem Anggaran Tahun 2005

Belum lama ini Ditjend Bagais mempunyai acara besar, selama kurang lebih tiga hari (12-16 April) untuk melakukan pembahasan kooordinasi penyusunan anggaran di lingkungan Ditjend Bagais. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh elemen di lingkungan Dirjend Bagais (Ditpertais, Pekapontren, Mapenda, Penamas) baik pejabat pusat maupun pejabat di daerah di seluruh wilayah Indonesia. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Prof. A. Qodri Azizy, Ph.D. Dalam sambutannya Bapak Dirjend mengingatkan bahwa sebetulnya masing-masing elemen yang ada di Bagais dapat disinergikan antara satu dengan lainnya. Artinya satu sama lain dapat mengisi, dan tidak terjadi dikotomisasi. Perguruan Tinggi (Perta) misalnya, dapat melakukan kerjasama dengan Mapenda, Penamas, Pontren dalam merumuskan berbagai programnya. Karena di lapangan seringkali diketemukan fakta bahwa masing-masing pada kerja sendiri-sendiri, bahkan ada kecenderungan untuk menegasikan antara satu dengan yang lainnya atau dianggap sebagai “lain dunia”.

Salah kaprah ini tentu perlu segera untuk diluruskan. Penamas misalnya, dalam beberapa hal dapat bersentuhan dan bekerjasama dengan fakultas dakwah dalam merumuskan beberapa persoalan penyakit sosial masyarakat. Begitupula dengan Mapenda dengan fakultas Tarbiyahnya. Kanwil dengan jajarannya yang ada dapat pula merumuskan, profile apa yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja meraka dan begitu pula sebaliknya. Saya berharap kegiatan ini akan sukses, dengan indikatornya adalah adanya hasil yang kongkret.

Sebelumya Bpk Sekertaris Dirjen, Mundzier Suparta, M.A, juga memberikan beberapa harapanya terhadap kegiatan ini. Menurutnya kegiatan merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengantisipasi adanya sistem anggaran yang telah berubah dan akan berakhir pada akhir tahun 2004 ini. Karena pada tahun 2005 ini kita akan memasuki sistem baru, yakni anggaran yang berbasis kinerja. Untuk itu, (mumpung) pada hari ini pada “kumpul” semua, perlu adanya pembicaraan sinkronisasi dan koordinasi program. Begitupula perlu difikirkan apa yang perlu dilakukan setelah program tersebut dilaksanakan (what next). Dalam konteks ini, maka evaluasi menjadi sangat penting, karena pada dasarnya evaluasi akan menjadi semacam bahan “acuan” atau referensi untuk merancang apa yang perlu dilakukan ke depan. Tanpa adanya evaluasi, maka akan terjadi stagnasi dalam sebuah program kegiatan.

Dengan diadakannya forum ini, secara tidak langsung, telah menunjukkan bahawa Bagais berusaha bergerak lebih pro-aktif dan responsif terhadap perubahan dinamika yang ada, terutama kemauan untuk mengadakan evaluasi demi perbaikan ke depan, dengan stressing utamanya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ****