Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM INTERDISCIPLINARY ISLAMIC STUDIES

Swara Ditpertais: No. 5 Th. II, 24 Februari 2004

PROGRAM INTERDISCIPLINARY ISLAMIC STUDIES

Pada tanggal 12-13 Januari 2004, ditperta bserta rombongan melakukan kunjungan ke IALF Bali. Kunjungan ini difokuskan untuk melihat dari dekat program krjasama Departemen Agama-McGill tahun 2003. Dari awal pelaksanaan program ini diproiritaskan untuk menggembleng calon-calon intelektual, mahasiswa Interdisciplinary Islamic Studies pada program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAIN Sunan KAlijaga Yogyakarta. Seblum memasuki program tersebut mereka diberi kursus Bahasa Inggris secara intensif. Kegiatan ini diikuti oleh 33 orang dari jumlah keseluruhan 36 orang.

Menurut Khaeroni, M.Si., selaku pimpinan proyek pada program ini, "Kunjungan kami mengadakan peertemuan dengan peserta kursus adalah untuk memberikan penjelasan berkenaan hak-hak yang akan diterima oleh peserta selama enam bulan mengikuti kursus, antara lauin meliputi living cost dan bantuan transposrt Jakarta-Bali PP."

Dalam Kegiatan ini, berdasarkan alokasi anggaran yang tersedia pada DIP bagian proyek Peningkatan Kerjasama Departemen Agama-McGill Tahun 2003, bahwa living cost yang diterima oleh peserta sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) per orang setiap bulan. Masalah ini sudah disosialisasikan nelalui surat Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam No. Dt.II.III/5/PP.00.9/J1163/03 tanggal 16 Desember 2003, perihal Kursus Intensif Bahasa Inggris di IALF Bali.

"Meskipun pihak pengelola proyek telah mengupayakan penambahan living cost, sebanyak 13 peserta menilai living cost sebesar Rp 750.000 dinilai masih belum memadai," demikian tambah Khaeroni.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan peserta program agar lebih intensif mengikuti perkuliahan di program studi Interdisciplinary Islamic Studies pada program pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagaimana diketahui, program ini akan diproyeksikan sebagai kelas internasional dengan dosen-dosen tamu dari berbagai universitas di Barat.

Proses seleksi para peserta kursus ini cukup ketat. Mereka benar-benar diambil dari pendaftar yang berkualitas, terutama kemampuan berbahasa Inggris, karena mereka nantinya harus mampu membaca literatur-literatur yang rata-rata berbahasa Inggris, disamping bahasa Arab tentunya."Oleh karena itu, dalam program ini disamping menjaring mereka yang menguasai bahasa Inggris, juga ditekankan agar menguasai bahasa Arab," demikian tegas Khaeroni.***