Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

Enam Calon Dosen IAIN Diberangkatkan ke Kanada

Enam Calon Dosen  IAIN Diberangkatkan ke Kanada.

Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama RI kembali berhasil memberangkatkan lagi enam calon dosen ke Kanada untuk mengikuti program pendidikan S2 Science Education di McGill University. Mereka terdiri dari 2 orang calon dosen IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yaitu Nina Hamidah dan Liana Aisyah. Sedangkan empat lainnya, yaitu Munaspriyanto Ramli, Yayan Sudiana, Eni Supriyati Rosyidatun, dan Salamah Agung berasal dari UIN Jakarta.

 

 

Morrice Hall, 
Institute of Islamic Studies, 
McGill University, Canada

Acara pelepasan keenam calon dosen tersebut berlangsung di Wisma Haji Jl. Jaksa, Jakarta Pusat, 6 Desember 2003. Hadir dalam acara tersebut adalah Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam (Dipertais) Departemen Agama RI H. Arief Furqan, MA., Phd serta Pembantu Rektor Bidang Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Suwito.

Direktur Perta dalam sambutannya yang diwakili oleh Kasubdit Kerjasama Perguruan Tinggi dan Pulikasi, Drs. Affandi Muchtar, MA, mengatakan bahwa keenam calon mahasiswa S2 McGill tersebut dipersiapkan untuk menjadi tenaga-tenaga pendidik di bidang science education di Fakultas Tarbiyah kedua institusi tersebut. Oleh karena itu meraka diharapkan dapat mengemban amanah tersebut.

Sebelum diberangkatkan mereka telah terlebih dahulu mendapatkan kursus intensip bahasa Inggris selama enam bulan di IALF Denpasan Bali. Semula mereka berjumlah delapan orang, akan tetapi dua di antara mereka dinyatakan gagal karena saat tes terakhir mereka tidak mecapai sekor minimal 6.5 IELTS sebagai persyaratan untuk bisa belajar ke McGill University.

Selama belajar di McGill keenam calon dosen tersebut akan mendapatkan beasiswa dari CIDA (Canadian International Developent Agency) yang disalurkan melalui Proyek IISEP (IAIN Indonesia Social Equity Project), yaitu proyek kerjasama Departemen Agama dengan McGill University.*****