|
Swara
Ditpertais: No.
4 Th. 1, 24 Desember 2003
|
PEMBUATAN
AUDIO SEMI DOKUMENTER DIREKTORAT PTAI
Guna membangun
emosi dan kedekatan pemirsa untuk mengetahui lebih jauh tentang
keberadaan Ditpertais dan PTAI, Direktorat Perguruan Tinggi Agama
Islam bekerja sama dengan PT Sajadah Indomedia Promo membuat
dokumentasi keberadaan dan perkembangan Ditpertais yang menjadi
partner utama dalam membangun PTAI di Indonesia melalui perspektif
humanis.
Perspektif
humanis adalah "cara melihat keberadaan Ditpertais dari sudut
pandang manusia untuk memenuhi salah satu kebutuhannya yaitu
pendidikan material dan spiritual.
Pada tahap
awal pembuatan profil semi Dokumenter ini dipilih 5 PTAI, ada 5
(lima) perguruan tinggi yang masing-masing mempunyai ciri khusus
dalam pengembangannya baik berupa kurikulum pengajaran maupun
fasilitas pendukung pengajaran.
Menurut
Bambang Irawan, "Pendekatan audio visual dengan perspektif
humanis akan mengangkat profil Ditperta selain fungsi utamanya yaitu
melibatkan seluruh stake holder dalam pengembangan PTAI di bawah manajement
Ditperta."
Lebih lanjut
ditegaskan oleh Bambang Irawan, bahwa mulai dari rektor/pejabat PTAI,
dosen, mahasiswa, dan staf akan dilibatkan dalam pembuatan video semi
dokumenter (berbentuk CD) ini dengan menjadi salah satu narasumber
yang akan menghantarkan awal cerita sampai akhir dalam bentuk
interview dan berbagai aktifitas yang dilakukan.
Pembuatan
profil ini dikerjakan selama dua bulan terhitung pada bulan Oktober
hingga November. Kelima Perguruan Tinggi dimaksud, adalah Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, STAIN Malang, IAIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan IAIN Pekanbaru.
Pembuatan
audio semi dokumenter di lima Perguruan Tinggi Agama Islam tersebut
didasarkan pada alur cerita yang selama ini disesuaikan dengan
perkembangan di masing-masing Perguruan Tinggi. Adapun potret
perguruan tinggi dimaksud : Universitas Negeri Jakarta
mempunyai program studi yang mengintregasikan studi umum dan studi
agama dalam satu aktifitas pengajaran di kampus UIN, yang
masing-masing mempunyai tujuan-tujuan khusus dalam terapannya.
STAIN Malang
memiliki karakter akademik, sebagai pusat pengembangan Bahasa Arab,
sehingga nantinya bahasa pengantar dalam aktifitas belajar mengajar
menggunakan bahasa Arab.
Untuk IAIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta, selain adanya program CTSD,
dengan adanya PSW (Pusat Studi Wanita) yang menjadi penekanannya,
IAIN Sunan Kalijaga bertekad menjadikan Isu gender dan pemberdayaan
pengajar serta staf sebagai pilihan pengembangan di IAIN.
IAIN Sunan
Ampel Surabaya yang mempunyai perpustakaan modern karena fasilitasnya
berteknologi tinggi, menunjang kebutuhan lingkungan akademis PTAI
tersebut dalam meningkatkan basis pengetahuan melalui buku-buku dan
refrensi yang dikoleksinya. Perpustakaan IAIN Surabaya menjadi pusat
materi dari PTAI yang ada. Dengan teknologi yang dimiliki, buku-buku
atau materi lain, internet dan lain-lain dapat dicari dengan mudah
dan cepat melalui catalog elektronik (e-catalog).
IAIN Pekan Baru
punya karakteristik pengembangan PTAI bekerjasama dengan pihak pemerintah
Daerah yang merupakan bagian dari stakeholder pembangunan pendidikan
di Propinsi Riau. Misalnya para Bupati di RIAU ikut berpartisipasi
dengan menyumbang pembangunan 1 gedung PTAI Pekanbaru. Dalam perencanaan
pengembangannya, PTAI Pekanbaru telah mempersiapkan diri untuk mengubah
diri dari IAIN menjadi Universitas yang mengintegrasikan program studi
ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama.*****
|