Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

Laporan Dari Universitas Leipzig, Jerman

Swara Ditpertais: No. 4 Th. 1, 24 Desember 2003

LAPORAN DARI UNIVERSITAS LEIPZIG JERMAN

Sejak dulu semua orang mengakui bahwa kemampuan bahasa Arab merupakan piranti kajian Islam yang sangat penting. Akan tetapi kenyataannya kemampuan bahasa Arab mahasiswa PTAIN dan PTAIS masih sangat memprihatinkan. Hal ini dapat kita lihat pada lemahnya mereka dalam memahami dan mengkaji wacana keislaman  yang mayoritas sumber aslinya berbahasa Arab.

Beberapa eksperimen telah dicoba dan dilakukan oleh PTAIN dan PTAIS berkaitan dengan pola pembelajaran bahasa Arab secara intensif. Berbagai penerapan metode pengajaran bahasa Arab telah dicoba. Namun program tersebut masih sering mendapatkan kendala dan hambatan sehingga banyak kalangan yang berkomentar bahwa pengajaran bahasa Arab di Indonesia kurang berhasil.

Bermula dari realitas pola pengajaran bahasa Arab di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia inilah, Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam melalui Subdit Kerja sama Perguruan Tinggi dan Publikasi Karya Ilmiah melakukan dirasah muqoronah di Universitas Leipzig yang berdiri sejak tahun 1409.

Menurut Khaeroni salah satu rombangan dirasah muqoronah, bahwa Universitas Leipziq ini merupakan salah satu perguruan tinggi di Eropa yang dianggap telah berhasil dalam pengajaran bahasa Arab. Keberhasilan ini bisa dilihat dari para orientalis kenamaan yang dilahirkan dari universitas ini.

Lebih lanjut Khaeroni menegaskan, "Oleh karena itulah Departemen Agama RI menjalin kerja sama dengan universitas Leipzig, untuk saling tukar menukar pengalaman dalam pengajaran bahasa Arab dan juga memberikan beasiswa kepada para mahasiswa yang berprestasi  untuk mengikuti program perkuliahan di universitas Leipzig."

Tujuan dari dirasah muqoronah ini adalah untuk mengetahui model-model pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan di Universitas Leipzig.  Model-model pembelajaran dimaksud nantinya dapat diterapkan atau dijadikan model bagi pembelajaran bahasa Arab di PTAIN dan PTAIS seluruh Indonesia.

Pola Rekrutmen dan Sistem Perkuliahan 

Gambaran umum pembelajaran bahasa Arab di Universitas Leipzig yang dapat dijadikan contoh bagi pendidikan yang selama ini dikembangkan oleh kelembagaan Departemen Agama adalah berkaitan dengan pola Rekrutmen Mahasiswa.

Peserta program perkuliahan bahasa Arab di universitas Leipzig, menurut hasil laporan yang diterima Swara Ditpertais dari dirasah muqoronah ini adalah para mahasiswa yang telah lulus dari SMA/SMU yang tersebar diberbagai macam jurusan. Para peserta program bahasa Arab tidak satu pun di antara mereka yang mempunyai basic bahasa Arab, sehingga proses belajar mengajar yang dilakukan secara menyeluruh bermula dari marhalah ibtida'.

Tujuan Pembelajaran yang diterapkan oleh Universitas Leipziq membuka program ini adalah, membekali mahasiswa untuk bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab secara tulis dan lisan, membekali mahasiswa berkemampuan, membaca, memahami, dan menerjemahkan buku-buku bahasa Arab untuk studi Oriental.

Sedangkan tatap muka dari jumlah peserta perkuliahan berkaitan dengan proses pembelajaran bahasa Arab di universitas Leipzig diberikan pada mereka  yang mengambil jurusan studi Oriental  pada semester ke  I, II, III, IV, selama 7 jam x 5 hari x IV semester. Namun pada semester berikutnya pengajaran bahasa Arab diajarkan secara intensif  bagi mereka yang mengambil mata kuliah terjemah dengan durasi waktu 20 jam x 5 hari x 2,5 tahun. Adapun jumlah peserta perkuliahan  yang mengambil mata kuliah terjemah sekita 10 sampai dengan 15 orang setiap kelas.

Materi pelajaran bahasa yang diberikan kepada mahasiswa jurusan orientalis baik untuk program terjamah, sejarah budaya dan studi Islam meliputi aspek bunyi, struktur kosa kata, struktur kalimat dan makna dengan penyampaian/pengenalan lambang  bunyi atau huruf terlebih dahulu, kemudian  pengenalan struktur kata dan struktur kalimat.

Sedangkan kemahiran bahasa yang diajarkan meliputi kemahiran menyimak, berbicara membaca dan menulis. Materi perkuliahan di ambil dari buku ajar (teks book) yang disiapkan dosen, buku-buku lain disamping Koran, majalah berbahasa Arab, dan internet. Para mahasiswa program terjamah mulai semester lima sampai semester sembilan, diberikan materi khusus yang disiapkan para dosen yang meliputi tema-tema masalah sosial, ekonomi, budaya dan politik agar nantinya mampu menerjemahkan secara berantai (tatabuiyah).

Dalam pembelajaran bahasa Arab para dosen tidak selalu berpegang teguh pada satu metode, namun mereka lebih memilih metode yang relevan yang sesuai dengan sifat materi yang diajarkan. Namun dapat diamati bahwa metode yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa Arab pada semester lima ke atas adalah metode terjamah, disamping metode langsung (direct method).

Sarana yang digunakan dalam rangka mendukung tercapainya pembelajaran bahasa Arab adalah: Laboratorium Bahasa, Video Casset Arab, CD Berbahasa Arab, Parabola, Komputer, Internet, dan Studio Terjamah.

Evaluasi yang dilakukan dalam pembelajaran bahasa Arab di Universitas Leipzig ada dua macam. Pertama evaluasi formatif, yakni satu evaluasi yang dilakukan setiap akhir tatap muka proses pembelajaran atau akhir dari satuan acara perkuliahan. Kedua evaluasi sumatif, yaitu suatu evaluasi yang dilakukan setiap akhir dari semester.*****