|
Swara
Ditpertais: No.
4 Th. 1, 24 Desember 2003
|
LAPORAN
DARI UNIVERSITAS LEIPZIG JERMAN
Sejak dulu
semua orang mengakui bahwa kemampuan bahasa Arab merupakan piranti
kajian Islam yang sangat penting. Akan tetapi kenyataannya kemampuan
bahasa Arab mahasiswa PTAIN dan PTAIS masih sangat memprihatinkan.
Hal ini dapat kita lihat pada lemahnya mereka dalam memahami dan
mengkaji wacana keislaman yang mayoritas sumber aslinya
berbahasa Arab.
Beberapa
eksperimen telah dicoba dan dilakukan oleh PTAIN dan PTAIS berkaitan
dengan pola pembelajaran bahasa Arab secara intensif. Berbagai
penerapan metode pengajaran bahasa Arab telah dicoba. Namun program
tersebut masih sering mendapatkan kendala dan hambatan sehingga
banyak kalangan yang berkomentar bahwa pengajaran bahasa Arab di
Indonesia kurang berhasil.
Bermula dari
realitas pola pengajaran bahasa Arab di beberapa Perguruan Tinggi di
Indonesia inilah, Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam melalui
Subdit Kerja sama Perguruan Tinggi dan Publikasi Karya Ilmiah
melakukan dirasah muqoronah di Universitas Leipzig yang berdiri sejak
tahun 1409.
Menurut
Khaeroni salah satu rombangan dirasah muqoronah, bahwa Universitas
Leipziq ini merupakan salah satu perguruan tinggi di Eropa yang
dianggap telah berhasil dalam pengajaran bahasa Arab. Keberhasilan
ini bisa dilihat dari para orientalis kenamaan yang dilahirkan dari
universitas ini.
Lebih lanjut
Khaeroni menegaskan, "Oleh karena itulah Departemen Agama RI
menjalin kerja sama dengan universitas Leipzig, untuk saling tukar
menukar pengalaman dalam pengajaran bahasa Arab dan juga memberikan
beasiswa kepada para mahasiswa yang berprestasi untuk mengikuti
program perkuliahan di universitas Leipzig."
Tujuan dari
dirasah muqoronah ini adalah untuk mengetahui model-model
pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan di Universitas Leipzig.
Model-model pembelajaran dimaksud nantinya dapat diterapkan atau
dijadikan model bagi pembelajaran bahasa Arab di PTAIN dan PTAIS
seluruh Indonesia.
Pola
Rekrutmen dan Sistem Perkuliahan
Gambaran umum
pembelajaran bahasa Arab di Universitas Leipzig yang dapat dijadikan
contoh bagi pendidikan yang selama ini dikembangkan oleh kelembagaan
Departemen Agama adalah berkaitan dengan pola Rekrutmen Mahasiswa.
Peserta
program perkuliahan bahasa Arab di universitas Leipzig, menurut hasil
laporan yang diterima Swara Ditpertais dari dirasah muqoronah
ini adalah para mahasiswa yang telah lulus dari SMA/SMU yang tersebar
diberbagai macam jurusan. Para peserta program bahasa Arab tidak satu
pun di antara mereka yang mempunyai basic bahasa Arab, sehingga
proses belajar mengajar yang dilakukan secara menyeluruh bermula dari
marhalah ibtida'.
Tujuan
Pembelajaran yang diterapkan oleh Universitas Leipziq membuka program
ini adalah, membekali mahasiswa untuk bisa berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa Arab secara tulis dan lisan, membekali mahasiswa
berkemampuan, membaca, memahami, dan menerjemahkan buku-buku bahasa
Arab untuk studi Oriental.
Sedangkan
tatap muka dari jumlah peserta perkuliahan berkaitan dengan proses
pembelajaran bahasa Arab di universitas Leipzig diberikan pada mereka
yang mengambil jurusan studi Oriental pada semester ke I,
II, III, IV, selama 7 jam x 5 hari x IV semester. Namun pada semester
berikutnya pengajaran bahasa Arab diajarkan secara intensif
bagi mereka yang mengambil mata kuliah terjemah dengan durasi waktu
20 jam x 5 hari x 2,5 tahun. Adapun jumlah peserta perkuliahan
yang mengambil mata kuliah terjemah sekita 10 sampai dengan 15 orang
setiap kelas.
Materi
pelajaran bahasa yang diberikan kepada mahasiswa jurusan orientalis
baik untuk program terjamah, sejarah budaya dan studi Islam meliputi
aspek bunyi, struktur kosa kata, struktur kalimat dan makna dengan penyampaian/pengenalan
lambang bunyi atau huruf terlebih dahulu, kemudian
pengenalan struktur kata dan struktur kalimat.
Sedangkan
kemahiran bahasa yang diajarkan meliputi kemahiran menyimak,
berbicara membaca dan menulis. Materi perkuliahan di ambil dari buku
ajar (teks book) yang disiapkan dosen, buku-buku lain disamping
Koran, majalah berbahasa Arab, dan internet. Para mahasiswa program
terjamah mulai semester lima sampai semester sembilan, diberikan
materi khusus yang disiapkan para dosen yang meliputi tema-tema
masalah sosial, ekonomi, budaya dan politik agar nantinya mampu
menerjemahkan secara berantai (tatabuiyah).
Dalam
pembelajaran bahasa Arab para dosen tidak selalu berpegang teguh pada
satu metode, namun mereka lebih memilih metode yang relevan yang
sesuai dengan sifat materi yang diajarkan. Namun dapat diamati bahwa
metode yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa Arab pada
semester lima ke atas adalah metode terjamah, disamping metode
langsung (direct method).
Sarana yang
digunakan dalam rangka mendukung tercapainya pembelajaran bahasa Arab
adalah: Laboratorium Bahasa, Video Casset Arab, CD Berbahasa Arab,
Parabola, Komputer, Internet, dan Studio Terjamah.
Evaluasi yang
dilakukan dalam pembelajaran bahasa Arab di Universitas Leipzig ada
dua macam. Pertama evaluasi formatif, yakni satu evaluasi yang
dilakukan setiap akhir tatap muka proses pembelajaran atau akhir dari
satuan acara perkuliahan. Kedua evaluasi sumatif, yaitu suatu
evaluasi yang dilakukan setiap akhir dari semester.***** |