|
Swara
Ditpertais: No.
4 Th. 1, 24 Desember 2003
|
Yusri
Arsyad dan Hak Asasi Manusia
(Yusri
Arsyad adalah seorang mahasiswa Indonesia dalam pendidikan S2 di
Universitas Ezzitouna, Tunisia, dengan predikat "sangat baik")
Tidak pernah
terjadi sebelumnya seorang mahasiswa dari Indonesia yang belajar di
Tunisia memiliki prestasi akademik yang sangat baik. Yang menarik
dari prestasi akademik yang diraih oleh Yusri Arsyad, mampu
mengekplorasi hadis-hadis Nabi yang selama ini hanya dikenal sebagai
pesan yang sudah usang dan hanya terfokus pada ritualitas-ritualitas
ubudiyah ukhrawiyah saja. Dalam eksplorasi Yusri Arsyad ditemukan
kontektualisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam Hadis Nabi. Demikian
ini tentu dapat menghidupkan kembali makna teks Hadis Nabi yang
dianggap terbatas pada persoalan ukhrowiyah saja.
Dengan
ditemukannya hasil penelitian Yusri Arsyad tentang "Hak Asasi
Manusia dan Jaminannya Dalam Hadis Nabi" dunia akan semakin
jelas dapat membaca bahwa ajaran Islam yang terdokumentasikan dalam
Hadis Nabi jauh-jauh sebelum munculnya perdebatan dunia membahas HAM,
telah membahas secara tuntas tentang Hak Asasi Manusia. Demikian ini
sekaligus dapat dijadikan Instropeksi bagi umat Islam mengapa umat
Islam yang sudah lama memiliki konsep tentang kemanusiaan yang dengan
jelas disampaikan oleh Nabi Muhammad justru terlambat menegakkan dan
menyuarakan pentingnya Hak Asasi Manusia. Yang lebih menyedihkan,
banyak dari umat Islam yang masih beranggapan konsep Hak Asasi
Manusia adalah konsep sekuler yang bersumber dari Barat. Alasan
mayoritas umat Islam masih beranggapan, bahwa dalam Islam tidak
berbicara tentang Hak Asasi, Islam hanya berbicara tentang Kuwajiban
Asasi. Dari anggapan seperti inilah banyak dari kalangan umat Islam
yang menolak konsep HAM, karena dianggap sebagai produk Barat.
Berita tentang
prestasi akademik Yusri Arsyad yang lahir pada tanggal 2 januari 1972
ini, disampaikan via Deplu pada hari selasa tanggal 21 Oktober 2003,
telah berhasil lulus dengan predikat "sangat baik" dengan
tesisnya yang berjudul "Hak Asasi Manusia dan Jaminannya Dalam
Hadis Nabi".
Lebih lanjut,
dijelaskan dalam penemuan Yusri Arsyad, bahwa dengan berbagai
cara manusia telah berurusan dengan persoalan-persoalan Hak Asasi Manusia
(HAM) dalam kehidupan nyata. Sehingga satu sama lainnya saling
mengerti bagaimana menghargai sesama sesuai dengan prinsip-prinsip
HAM yang secara teoritis telah mereka pahami. Akan tetapi kekerasan
demi kekerasan telah melanda manusia dari zaman pra sejarah sampai
zaman modern ini. Kekerasan tersebut tetap terjadi walaupun tiga
agama telah turun ke bumi untuk mewujudkan cita-cita mulia HAM
tersebut.
Jadi
masalahnya disebabkan bukan karena tidak adanya agama atau peraturan,
tetapi karena manusia itu sendiri yang tidak mau mempotensikan nilai
kesadaran kemanusiaannya sehingga yang tercermin dalam setiap
pribadinya adalah kekerasan, saling menghegimoni dan saling ingin
menguasai. Karena kurangnya nilai kesadaran tentang kemanusiaan
inilah telah terjadi krisis multi dimensi menimpa manusia.
Selain Yusri
Arsyad, saat ini terdapat 2 orang mahasiswa lainnya yang sedang
menempuh pendidikan S2 dan 9 orang yang menempuh pendidikan S1 di
Universitas Ezzitouna, Tunisia. Dan kita berharap lahir Yusri Arsyad
berikutnya, yang mampu menggali ajaran-ajaran Islam baik yang
terdapat dalam Al Qur'an atau Hadis secara kontekstual. Sehingga
ajaran-ajaran Islam benar-benar membumi dan menjawab permasalahan
dunia yang menuntut persamaan dan keadilan. ***** |