Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

Workshop Perpustakaan di IAIN Sunan Ampel Surabaya


Swara Ditpertais: No. 27 Th. III, 02 Mei 2005

WORKSHOP PERPUSTAKAAN DI IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam bekerjasama dengan IAIN Sunan Ampel, melakukan Workshop Tenaga Pengelola Perpustakaan PTAI seluruh Indonesia tanggal 28-30 April 2005, di IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Dalam kegiatan ini dihadiri Direktur PTAI, Arief Furqan dan dibuka oleh Rektor IAIN Sunan Ampel, Ridlwan Nasir, Beberapa penceramah yang memiliki kualifikasi di bidang perpustakaan juga ikut hadir memberikan materi Workshop, seperti Imas Maesaroh M. Lib (Kepala Perpustakaan IAIN Sunan Ampel sekaligus pengelola IIBN), Hasbullah Hilmi, S.S. MHI (Koord. IT Perpustakaan IAIN Surabaya dan Pengelola Teknis IIBN), Adtya, ST (Kepala perpustakaan Petra sekaligus pengelola Jaringan Perpustakaan Kristen), serta Moh. Nasar, ST (Dosen TI UMM malang sekaligus Pengelola MDLN).

Arief Furqan, Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam, dalam kesempatan tersebut menyambut baik usaha-usaha yang dilakukan IAIN Sunan Ampel Surabaya dalam mengumpulkan tesis dan disertasi digital. Menurutnya, “ perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu pusat penyebaran informasi merupakan salah satu pilar demokratisasi informasi. Oleh sebab itu keberadaannya perlu dibina dan dikembangkan.” Selanjutnya, ia mengharapkan, bahwa dengan terbentuknya sistem pengelolaan digitalisasi perpustakaan yang ada di IAIN Sunan Ampel ini, dapat diikuti perpustakaan-perpustakaan yang ada di lingkungan PTAI untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan, jaringan kerja melalui pertukaran publikasi, pertukaran daftar tambahan koleksi mutakhir, pertukaran abstrak dan bibliografi, dokumentasi, serta informasi kepada pemakainya di lingkungan masing-masing.

Selain harapan Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam dari implikasi diadakannya kegiatan ini, tujuan lain diadakannya kegiatan Workshop ini, menurut Rektor IAIN Sunan Ampel, Ridlwan Nasir, adalah untuk memperkenalkan suatu sistem pelayanan informasi bibliografi dengan menggunakan komputer pada perpustakaan IAIN dalam rangka menambah kualitas layanan informasi.

Menurut Imas Maesaroh, “keuntungan dari sistem pelayanan informasi bibliografi dengan menggunakan komputer pada perpustakaan IAIN, di antaranya, adalah koleksi perpustakaan dapat diakses oleh siapa saja, dengan biaya murah dan cepat.”

Sementara itu, Muhammad Nasar ST., salah satu penceramah kegiatan ini, lebih memfokuskan pada perlunya perpustakaan disesuaikan dengan media teknologi yang sudah hadir ditengah-tengah kita. Menurut Muhammad Nasar, ST., “dengan perkembangan teknologi digital dan internet saat ini koleksi perpustakaan bisa diperluas sehingga hampir semua aktivitas manusia memungkinkan untuk dijadikan bahan koleksinya. Sehingga dengan demikian perpustakaan mampu merekam dengan sangat lengkap setiap perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa, sekaligus memudahkan generasi berikutnya untuk mempelajarinya dengan utuh.”

“Salah satu rekomendasi penting dari Workshop ini adalah pentingnya mendirikan Warnet pada masing-masing perpustakaan di PTAI. Sebab, internet adalah perpustakaan terbesar di dunia, “ demikian harapan Direktur Perta Islam saat menutup rangkaian acara workshop. (Ubay)