Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

Akuntabilitas dan Transparansi Proses Seleksi Permohonan Beasiswa


Swara Ditpertais: No. 27 Th. III, 02 Mei 2005

AKUNTABILITAS DAN TRASPARANSI PROSES SELEKSI PERMOHONAN BEASISWA
(Wawancara dengan Direktur Pertais dan Kasubdit Ketenagaan)

Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam untuk anggaran tahun 2005 memberikan subsidi pendidikan kepada mahasiswa program pasca sarjana untuk strata S2 dan S3. Bantuan pendidikan ini bertujuan untuk meringankan beban bagi yang melanjutkan studi di Program Pascasarjana. Namun, karena sifatnya sebagai bentuk bantuan, maka tidak bisa menanggung semua biaya keseluruhan pendidikan dan penelitian. Keseluruhan berkas yang masuk sampai batas waktu usulan berdasarkan sumber dari subdit ketenagaan mencapai 1835 proposal.
Swara Ditperta, diwakili oleh Ubaidillah Achmad, pada edisi ini melakukan wawancara khusus dengan Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam, Arief Furqan dan M. Jufri Dolong, Kasubdit Ketenagaan, seputar proses bantuan beasiswa untuk dosen dan pengelola PTAI. Dasar dari wawancara ini, karena banyaknya pihak-pihak tertentu yang menanyakan transparansi dan akuntabilitas proses seleksi proposal bantuan beasiswa.
Wawancara ini diharapkan dapat menjawab keraguan masyarakat akademik terhadap proses seleksi tersebut.

Swara Ditperta :
Ada anggapan bahwa standar penerimaan beasiswa tidak jelas? Bagaimana menurut Bapak?

Direktur Perta :
Kami kira tidak demikian. Sebab, selama ini kita telah memberikan beasiswa didasarkan pada kriteria yang ketat. Dan kriteria ini tetap kita pertahankan sampai sekarang. Misalnya, Indeks Prestasi (IP) akan diambil dari rata-rata yang tertinggi, Universitas atau Perguruan Tinggi tempat belajar harus bermutu, seperti UIN, UI, UGM, dan IAIN. Bagi yang sudah semester akhir dan belum pernah memperoleh beasiswa dari Ditperta Islam akan diprioritaskan . Disamping standar kriteria dimaksud, juga ditekankan bagi mereka yang mengajar di salah satu PTAIS di bawah Koordinasi Ditperta. Selama ini, yang mendapatkan beasiswa masih terbatas pada dosen yang mengabdikan ilmunya di PTAI.
Swara Ditperta:
Bagaimana menangani banyaknya proposal yang masuk?

Direktur Perta:
Pertama yang perlu diingat, sekarang ini Ditperta Islam akan menambah jumlah penerima beasiswa lebih banyak dibanding dengan tahun lalu. Sampai pada akhir penutupan penerimaan proposal yang masuk di Ditperta Islam, proposal yang sedang diproses mencapai 1835 pemohon. Diperkirakan jumlahnya akan di tambah melebihi rencana semula. Namun hingga sekarang belum jelas jumlah pastinya. Adapun terkait dengan banyaknya proposal yang masuk, kita akan menggunakan sistem komputerisasi. Ini untuk memudahkan pengecekan terhadap proposal yang masuk. Sehingga, semua kriteria pemohon dapat dicek secara langsung dalam sistem yang sudah terprogram.

Swara Ditperta:
Pada anggaran 2004, diumumkan via internet, namun ada beberapa nama penerima beasiswa, sampai sekarang belum mengambil uangnya?

Direktur Perta:
APBN berlaku untuk satu tahun fiskal berjalan. Sehingga, seluruh uang negara sesuai batas waktu yang sudah ditentukan yang tidak bisa dilaksanakan kami kembalikan ke kas Negara.

Swara Ditperta :
Rencana ke depan?

Direktur Perta :
Rencana ke depan program pemberian beasiswa Ditperta Islam ingin seperti beasiswa yang diberikan pihak Dikti, yaitu beasiswa penuh bagi mahasiswa program pascasarjana.

Untuk memperkuat petikan wawancara dengan Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam di atas, Swara Ditperta melakukan wawancara dengan M. Jufri Dolong, Kasubdit Ketenagaan (Kasubdit III), yang menangani bantuan beasiswa Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam. Berikut petikan hasil wawancara di maksud.

Swara Ditperta :
Tercatat proposal permohonan beasiswa sudah mencapai 1835?

Kasubdit III :Benar. Dan semua akan dievaluasi. Kami benar-benar bekerja sebagai pelayan masyarakat akademik. Oleh karena itu, dalam evaluasi ini, kami akan mengklasifikasi sesuai dengan perioritas IP Komulatif yang tertinggi, Universitas atau Perguruan Tinggi tempat belajar harus bermutu sesuai yang disebut Direktur dalam wawancara di atas.

Swara Ditperta :
Format seleksinya seperti apa?

Kasubdit III :
Format seleksi yang kami lakukan melanjutkan tahun anggaran sebelumnya. Dan tetap didasarkan pada akuntabilitas kinerja Direktorat.

Swara Perta :
Bagaimana publik akan percaya?

Kasubdit III :
Inilah tantangan kami untuk meyakinkan publik.

Swara Ditperta :
Buktinya ?

Kasubdit III :
Pertama, Sekarang ini bagi yang belum berkesempatan mendapatkan beasiswa, disebabkan tidak memenuhi kualifikasi penerimaan beasiswa Ditperta Islam, akan dikirimi tembusan dengan menunjukkan alasannya, mengapa permohonannya belum bisa dipenuhi. Kedua, Penilaian sudah dilakukan melalui lintas Direktorat. Ketiga, Sudah dipublikasikan melalui Internet.

Swara Ditperta :
Mengapa harus ada balasan untuk pemohon yang belum berkesempatan mendapatkan beasiswa?

Kasubdit III :
Alasannya sangat sederhana, untuk menghindari fitnah atau image yang buruk tentang kinerja staf Ditperta. Kedepan untuk memudahkan informasi diharapkan setiap pemohon dapat mencantumkan alamat e-mail mereka.
Swara Ditperta :
Apa target memberikan bantuan?

Kasubdit III :
Prinsip bantuan untuk meringankan beban bagi yang melanjutkan studi S2, S3. Sebagai bentuk bantuan tentu tidak seluruhnya memenuhi seluruh kebutuhan.