Pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan
Swara Ditpertais: No. 27 Th. III, 02 Mei 2005
PENGEMBANGAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
Pemerintah
Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC)
telah menyetujui pemberian pinjaman kepada pemerintah Indonesia untuk
pengembangan Fakultas Kedoketaran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas
Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Direktorat Jenderal Kelembagaan
Agama Islam menjadi badan penyelenggara (executing agency) bagi
program pengembangan ini sedangkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi
unit pelaksananya (implementing unit).
Program ini akan menandai babak baru dalam pengembangan perguruan tinggi
agama Islam di Indonesia. Ini merupakan kelanjutan dari rangkaian proses
transformasi IAIN ke UIN yang meniscayakan adanya diversifikasi keilmuan,
baik ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu umum, dalam peta kajian di lingkungan
perguruan tinggi agama Islam. Dalam skala yang lebihmakro, perkembangan
ini diharapkan dapat menjawab tantangan besar berupa integrasi keilmuan
secara utuh.
Pengembangan Fakultas Kedoketaran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah
juga merupakan bagian dari proses percepatan social equity. Program ini
akan melahirkan dokter dan sarjana ilmu-ilmu kesehatan yang akan mendedikasikan
keahliannya untuk pengembangan masyarakat pedesaan. Di samping itu, melalui
program ini, lulusan-lulusan Madrasah dan Peantren yang sebagian besar
berada di wilayah pedesaan juga dapat melanjutkan studinya ke Fakultas
Kedoketaran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan. Dengan dua strategi ini, UIN akan
tetap menjaga relasi dan kontribusinya dengan masyarakat akar rumput,
di samping terus berusaha memacu perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban
modern. (Af)