Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

Pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan


Swara Ditpertais: No. 27 Th. III, 02 Mei 2005

PENGEMBANGAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

Pemerintah Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) telah menyetujui pemberian pinjaman kepada pemerintah Indonesia untuk pengembangan Fakultas Kedoketaran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam menjadi badan penyelenggara (executing agency) bagi program pengembangan ini sedangkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi unit pelaksananya (implementing unit).

Program ini akan menandai babak baru dalam pengembangan perguruan tinggi agama Islam di Indonesia. Ini merupakan kelanjutan dari rangkaian proses transformasi IAIN ke UIN yang meniscayakan adanya diversifikasi keilmuan, baik ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu umum, dalam peta kajian di lingkungan perguruan tinggi agama Islam. Dalam skala yang lebihmakro, perkembangan ini diharapkan dapat menjawab tantangan besar berupa integrasi keilmuan secara utuh.

Pengembangan Fakultas Kedoketaran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah juga merupakan bagian dari proses percepatan social equity. Program ini akan melahirkan dokter dan sarjana ilmu-ilmu kesehatan yang akan mendedikasikan keahliannya untuk pengembangan masyarakat pedesaan. Di samping itu, melalui program ini, lulusan-lulusan Madrasah dan Peantren yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan juga dapat melanjutkan studinya ke Fakultas Kedoketaran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan. Dengan dua strategi ini, UIN akan tetap menjaga relasi dan kontribusinya dengan masyarakat akar rumput, di samping terus berusaha memacu perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban modern. (Af)