Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

Metode Penelitian Kritis dan Prinsip-prinsip Participatory Action Research (PAR)


Swara Ditpertais: No. 25 Th. III, 15 Maret 2005

KEBERHASILAN KITA DIUKUR DARI TINGKAT KEBERHASILAN PTAI YANG ADA (H.Arief Furqan, M.A, Ph.D)

Konsentrasi tugas kita di Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam adalah bagaimana caranya agar PTAI dapat menghasilkan lulusan yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat. Kesuksesan kita (Ditperta) diukur dari tingkat keberhasilan PTAI, baik negeri maupun swasta, demikian apa yang diungkapkan oleh Direktur Perta usai memberikan pengarahan sosialisasi DIPA di lingkungan Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam. Dalam kesempatan yang sama Direktur H. Arief Furqan, M.A, Ph.D juga memperkenalkan beberapa pejabat yang mengalami perpindahan atau rolling intern dan luar direktorat. Beberapa pos baru tersebut adalah Kasubbag TU yang dulunya dijabat oleh Yanto Haryanto, S.H kini diganti oleh Drs. Khaeroni, M.Si. Kasubdit Penelitian, Pengabdian masyarakat dan kemahasiswaan yang dulu dijabat oleh Jufri Dolong, M.M kini diganti oleh Dr. Muharam Marzuki, sebaliknya Pak Jufri menduduki posnya Pak Muharram yakni Kasubdit Ketenagaan. Beberapa pejabat lain yang tukar “posisi jabatan”, adalah Nifasri, M.Pd, Dra.Zulmaizarna, M.Pd, Muhlisin, S.H, Iman Sayogyo, M.Pd, Ichsan, S.Ag, MM. Iskandar Raja, SH, MH, sedangkan yang menduduki pos baru adalah Dra Juzaini, M.Pd untuk menjadi Kasi Penerbitan dan Publikasi dan Drs.M. Zain, M.A sebagai Kasi Pengembangan Tenaga Akademik pada subdit ketenagaaan.

Menurut Direktur Perta yang penting untuk diketahui adalah bahwa mutasi atau perpindahan tempat tugas janganlah dipahami sebagai “hukuman”, akan tetapi sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan pekerjaan kantor sesuai kompetensi yang dimiliki. Pada kesempatan tersebut Pak Direktur memberikan penjelasan mengenai DIPA 2005, apa saja implikasi dan persiapan yang harus dilakukan. Model DIPA ini lebih menekankan pada aspek “hasil kegiatan” atau program, sekaligus merupakan upaya menuju efisiensi dan efektifitas anggaran sejalan dengan arahan Menteri Agama untuk menciptakan anggaran yang bersih bebas dari KKN. Dan menjadikan Departemen Agama sebagai contoh (uswah) bagi departemen yang lainnya.

Dengan model DIPA ini secara otomatis sudah tidak ada lagi Pimpro, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Penanggungjawab kegiatan (dalam batas-batas tertentu bisa mirip dengan Pimpro) justeru dikendalikan langsung oleh direktur. Untuk itulah direktur meminta kepada seluruh staf agar bekerja lebih optimal untuk menghasilkan sasaran yang ditentukan. Pada pertemuan tersebut juga dievaluasi model kepemimpinan atau menejemen kantor yang harus diganti dengan menejemen modern yang labih cepat. Ada beberapa prioritas yang diinginkan Bapak Dirjen, yang itu selaras dengan visi dan misi kita (Ditperta) yang antara lain dosen PTAI harus bermutu, fasilitas belajar di PTAI haruslah relevan dengan kemampuan. Lingkungan belajar di PTAI haruslah kondusif. Dan prioritas-prioritas program lain seperti penerbitan buku dan jurnal, penelitian empirik, masa depan kerja, pelatian kerja mahasiswa dan penegakan disiplin. Mengubah orientasi kepada masa lalu yang lebih aktif dan progresif, meningkatkan desa binaan oleh PTAI, menjadikan Islam sebagai landasan dan sumber etika dan epistemiologi bagi pengembangan keilmuan. Tiap PTAI harus memiliki “keistimewaan” sebagai keunggulan lembaga.

Sebagai perenungan Direktur me-review apa saja yang telah kita hasilkan yang selanjutnya (tahun depan) untuk ditangkatkan. Yang telah kita lakukan adalah sosialisasi KBK, konsep kompetensi dasar dan utama dasar PTAI, penerbitkan KMA tentang pendirian Kopertais. Melakukan evaluasi program studi (Evaprodi) secara digital. Semua prodi harus diperpanjang bagi prodi yang sudah umur 5 tahun. Pelatihan dosen sudah dihasilkan sejumlah 154 dosen untuk selanjutnya melatih di PTAIN nya masing-masing. Ini merupakan—katakanlah SIM-- untuk mengajar atau mengakader bagi dosen lainnya, agar memiliki kualitas mengajar yang baik. Sejumlah 204 mahasiwa telah memanfaatkan kerjasama di luar negeri. Ada 4 MOU telah ditandatangi dengan luar negeri. Hampir semua PTAIN telah memiliki jurnal terakreditasi. Penerbitan ilmiah meningkat secara tajam. Dan satu IAIN dan satu STAIN telah berubah jadi UIN, beberapa IAIN lain menyusul untuk berubah jadi Universitas Islam Negeri.

Keberhasilan kita diukur oleh PTAI yang ada disana, tegas Direktur. Untuk itulah, koordinasi akan selalu dilaksanakan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi. Akan kita sepakati, mana evaluasi yang akan kita gunakan, yaitu ukuran kinerja kita. Ini semua dilakukan untuk perbaikan pendidikan kita ke depan. (Gia)