Metode Penelitian Kritis dan Prinsip-prinsip Participatory Action Research (PAR)
Swara Ditpertais: No. 24 Th. III, 03 Februari 2005
Beberapa
Catatan Pengembangan Proyek
IAIN INDONESIA SOCIAL EQUITY PROJECT (IISEP)
Salah
satu kebijakan Departemen Agama RI dalam bidang pengembangan pendidikan
tinggi agama Islam adalah peningkatan mutu dan peran lembaga-lembaga
perguruan tinggi agama Islam dalam pengembangan masyarakat Indonesia
yang berperadaban. Untuk tujuan ini ada empat target strategis yang
ingin dicapai: [1] kesejajaran posisi dan mutu perguruan tinggi agama
Islam di hadapan dunia pendidikan tinggi di Indonesia pada umumnya;
[2] relevansi dan peran yang signifikan dari dunia pendidikan tinggi
agama Islam dalam pengentasan kemiskinan dan problem kehidupan masyarakat;
[3] pola kajian Islam Interdisciplinar untuk menjamin kepemimpinan perguruan
tinggi agama Islam dalam pemikiran dankajian Islam yang toleran dan
inklusif di Indonesia; dan [4] peran perguruan tinggi agama Islam dalam
peningkatan mutu pendidikan madrasah dan pesantren.
Departemen
Agama RI memandang posisi IISEP sangat penting dan relevan dengan kebijakan
di atas. Tujuan proyek untuk mengembangkan model baru pendidikan tinggi
agama Islam di Indonesia pada dasarnya dimaksudkan untuk menciptakan
pola dan orientasi pendidikan tinggi agama Islam yang dapat mempercepat
proses kesejajaran social dengan mengoptimalkan pemanfaatan lembaga-lembaga
pendidikan dan kemasyarakatan. Bersamaan dengan itu, model baru tersebut
juga harus berorientasi pada pengembangan pemikiran keagamaan yang menjamin
tumbuhnya sikap dan semangat toleran dalam kehidupan beragama. Dengan
kata lain model baru pendidikan tinggi agama Islam yang sedang dikembangkan
menandai pergeseran orientasi yang signifikan dari dogmatic ke saintifik,
dari singular approach ke integrated approach, dan dari eksklusifisme
dan inklusifisme, yang pada ujungnya mampu mengentaskan problem kehidupan
dalam masyarakat secara nyata.
Implementasi
IISEP pada tahun 2004 antara lain ditandai dengan revisi Logical Framework
Analysis. Hal ini dilakukan sebagai konsekuensi dari evaluasi dan pengawasan
yang dilakukan untuk menjamin konsistensi perjalanan proyek. Dalam LFA
yang sudah direvisi ada dua target proyek yang perlu memperoleh tekanan:
peningkatan kapasitas manajemen dan penguatan kerjasama. Peningkatan
kapasitas dimaksudkan agar proyek dapat menjamin keberlanjutan program-program
proyek pada masa depan sebagai bagian terpadu dari program-program Departemen
Agama dan UIN secara keseluruhan. Sedangkan penguatan kerjasama dimaksudkan
agar model baru pendidikan diperkuat dengan cirri linkage yang mampu
membangun akses dengan lembaga luar dan sekaligus terbuka bagi akses
lembaga lain di luar UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta. Dengan menjadikan
linkage sebagai bagian dari target proyek, kami optimis bahwa proyek
ini dapat memberi manfaat tidak saja bagi UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta
tetapi juga bagi UIN/IAIN/ STAIN lain, khususnya dalam rangka mendukung
dan mengembangkan model baru pendidikan yang berorientasi pada social
equity.
Secara
umum Departemen Agama RI menilai bahwa pelaksanaan IISEP tahun anggaran
2004 berjalan lancar dan mencapai target-target yang lebih maju. Problem
managemen dapat sepenuhnya diatasi sehingga efektif dalam memfasilitasi
unit-unit untuk bekerja sesuai dengan rencana kerja [workplan].
Beberapa
catatan yang harus diperhatikan dalam melaksanakan proyek ke depan adalah:
memperkuat kemitraan yang mutualistik dengan lembaga-lembaga pendidikan
dan kemasyarakatan; menjamin pemanfaatan tenaga-tenaga pengajar yang
terdidik dan terlatih melalui beasiswa/dukungan proyek; membuka akses
bagi kemungkinan IAIN/STAI di Indonesia untuk mempelajari dan mengambil
manfaat dari proses pengembangan model baru, dan mempersiapkan langkah-langkah
keberlanjutan program pada masing-masing UIN. (Gja)