Metode Penelitian Kritis dan Prinsip-prinsip Participatory Action Research (PAR)
Swara Ditpertais: No. 23 Th. II, 01 Januari 2005
PROBLEMATIKA
PERKULIAHAN
PAI (Pendidikan Agama Islam) PADA PTU
Eksistensi
Pendidikan Agama Islam (PAI) di PTU seringkali kurang mendapatakan atensi
yang bagus. Hal ini terefleksi masih minimnya standar kualitas dosen dan
yang paling penting adalah impact dari materi PAI yang belum bisa dirasakan
secara signifikan. Pengajaran PAI di PTU seringkali dikemas “seadanya”
(normatif-doktriner) tanpa ada modifikasi dan pengembangan sesuai dengan
tantangan kontekstual yang ada.
Berangkat
dari keprihatinan inilah Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, melalui
Subdit Ketenagaan mengadakan orientasi untuk membedah sejauhmanakah problematika
perkuliahaan yang terjadi. Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam H. Arief
Furqan, Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan PAI di PTU
tidak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun diajarkan dalam sistem kredit
semester (sks) yang relatif singkat, ini harus menjadi tantangan bagi
para dosen untuk dapat mengemas metode pembelajaran yang lebih kontributif
dan membumi.
Memang
diakui banyak kendala yang terjadi, salah satu diantarnya adalah input
para mahasiswa yang memiliki tingkat pengalaman keberagamaan yang rendah.
Kondisi ini menurut Prof. Dr. Abuddin Nata, M.A “diperparah”
dengan cara penyampaian yang rigid dan tidak inovatif. Sebagai akibatnya,
matakuliah PAI dianggap sebagai the second choice, tidaklah merupakan
persoalan penting untuk diketahui. Heterogenitas input para mahasiswa
ini diakui oleh Drs. Mabrur, M.A, salah satu dosen PAI pada PTU yang mengeluhkan
hal yang sama. Acara yang dilaksanakan di hotel Setia Budi pada pertengah
bulan Januari tersebut menampilkan beberapa kreatifitas dari para dosen
swasta dalam mengemas perkuliahan PAI di PTU.
Ada
beberapa tioplogi keagamaan mahasiswa yang nampak mewarnai dalam dinamika
kampus, antara lain, Liberal, Santri dan Moderat. Terhadap kategorisasi
yang ada, diharapkan para dosen dapat menyampaikan secara tepat. Karena
matakuliah PAI pada PTU pada dasaranya muaranya tidak lain ingin menciptakan
manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, sehingga terbentuk
ilmuwan muslim, profesional dan praktisi muslim yang dapat diandalkan
(Alfan)