|
Swara Ditpertais: No. 23 Th. II, 02 Januari 2005
|
MENCERMATI
SASARAN PEMBERDAYAAN DITPERTA
(Bekerja untuk mencapai sasaran)
Perubahan
selalu menjadi “kata kunci” bagi siapapun, termasuk dalam
konteks ini adalah keinginan Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam untuk
mencanangkan penanganan perbaikan pendidikan bagi PTAI, baik swasta maupun
negeri. Terlebih tahun 2005 ini kita telah dihadapkan pada perubahan anggaran
dengan telah ditiadakannya mekanisme Pimpro dan Benpro dan tidak adanya
dikotomi kegiatan rutin dan proyek. Dengan adanya PMA (Peraturan Menteri
Agama) tentang Pedoman Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara
di lingkungan Departemen Agama, peraturan tersebut dicermati secara serius
oleh direktur dengan mengadakan pertemuan rutin setiap hari Rabu pagi
dengan para kasubdit. Pertemuan ini juga membahas hal-hal lain, seperti
pembahasan mengenai instrumen evaluasi bagi kompetensi dosen, mekanisme
mengevaluasi keberhasilan kegiatan, memverifikasi kegiatan dan lain sebagainya.
Dalam
pertemuan setiap Rabu tersebut salah satu isu pentingnya adalah penjelasan
grand design Ditperta serta sasaran yang akan dicapai. Diantara beberapa
sasaran pemberdayaan Ditperta yang ditetapkan adalah, kepemimpinan dan
menejemen, kurikulum, proses belajar mengajar, mutu dosen, fasilitas dan
lingkungan kampus, kesiapan belajar mahasiswa, kerjasama antar lembaga,
Efektifitas dan efisiensi penggunaan dana, penelitian dan penerbitan,
pengabdian pada masyarakat dan kegiatan mahasiswa.
Dalam
mensikapi kegiatan yang ditetapkan, menurut Direktur Perguruan Tinggi
Agama Islam H. Arief Furqan, M.A, Ph.D kita harus memilik ukuran keberhasilan
itu seperti apa? Untuk memiliki ukuran keberhasilan, maka perlu menetapkan
sasaran. Karena kalau tidak memiliki sasaran dan ukuran keberhasilan,
jangan-jangan kita tidak pernah tahu kapan kita akan mencapai keberhasilan
tersebut. Demikian pula setelah ditetapkan sasaran, maka disusunlah kegiatan
atau program apa yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut.
Ukuran keberhasilan kita (Ditperta) menurut Direktur sangatlah simpel,
yakni taercapainya sasaran yang telah kita tetapkan, yakni mutu lulusan
PTAI dan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan. Inilah
yang disebut sebagai menejemen berbasis hasil (out put), yakni lebih menekankan
sasaran apa yang akan dicapai. Pertemuan Rabuan ini, merupakan sarana
efektif untuk men-share, problem yang sedang dihadapi (Subdit) bersama
dengan direktur. [Adib Gja]
|