Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   
MENUJU KESIAPAN MANAJEMEN BERBASIS KAMPUS :


Swara Ditpertais: No. 16 Th. II, 30 September 2004

ORIENTASI PENGEMBANGAN KUALITAS DOSEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PERGURUAN TINGGI UMUM

Berdasarkan keputusan politik, Pendidikan Agama termasuk Pendidikan Agama Islam pada Pendidikan Tinggi Umum, merupakan satu-satunya matakuliah yang menjadi tanggung jawab dua departemen, yaiu Diknas (Dikti) dan Depag (Bagais). Fungsi Bagais Depag adalah : Membantu Dikti menciptakan sosok lulusan yang diidam-idamkan oleh bangsa dan tercermin. dalam UU tentang Sisdiknas tahun 2003. Dikti bertugas, mengembangkan segi keilmuan dan keterampilannya, sedangkan Bagais mengembangkan segi mental agamanya. Ditingkat Perguruan tinggi semua itu merupakan tanggung jawab Rektor sebagai pimpinan perguruan tinggi.

Berdasarkan Kepmen Diknas Nomor : 232/U/2000, menetapkan Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian hasil Belajar Mahasiswa. SK ini menjadi dasar penyelenggaraan program studi di Perguruan Tinggi yang terdiri atas (a) kurikulum inti, dan (b) kurikulum intruksional.

Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi terdiri atas (a) kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK); (b) kelompok Matakulaih Keahlian Berkarya (MKB); Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) dan pemahaman serta pengembangan filosofis untuk kepentingan dan pengembangan kepribadian. MPK seyogyanyan memuat kaidah-kaidah dengan tingkat filosofis yang cukup tinggi, sehingga dapat memicu keingintahuan mahasiswa untuk lebih memahami, menghayati dan mengamalkan ilmunya. Matakuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu matakuliah yang dikelompokkan ke dalam Kurikulum Inti diarahkan pada pembentukan karakter, watak dan sikap keberagamaan dalam kehidupan mahasiswa serta menjadi landasan dalam mengembangkan ilmu yang ditekuninya. Kandungan akhlak yang lebih, dalam muatan matakuliah Agama yang mempertimbangkan tingkat intelektualitas dan kematangan mahasiswa, diharapkan dapat mengkarakter dalam diri mahasiswa sehingga menjadi pakaian hidupnya.

MPK Penddikan Agama merupakan kelompok matakuliah yang diharapkan dapat menjadi landasan moral, spiritual dan motivasi dalam pengembangan keahlian bidang masing-masing, sehingga. para lulusan PTU tampil sebagai tenaga profesional yang beriman dan bertkwa kepada Tuhana yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian yang utuh dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan berbangsaan.

Dalam konteks pengembangan profesionalisme, disamping mendalami bidang kependidikan, dosen PAI harus marnpu melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, sebagai bagian integral dari misi Tridarma, Perguruan Tinggi. Untuk itu dosen PAI perlu mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang berbagai metode penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Sesuai dengan fungsinya, Departemen Agama melalui Dirjen Bagais menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pengembangan Kualitas Dosen Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum, sebagai upaya memperkaya pengalaman dalam meningkatkan kualitas pengabdian mereka.

Kegiatan ini mempunyai berupaya mengubah sistem pembelajaran dan pendekatan pengembangan ilmu, berdasarkan KBK, para dosen PAI perlu menciptakan informasi yang cukup mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan perubahan materi, pendekatan dan perubahan proses pembelajaran. Hal ini merupakan salah satu sasaran utama Pelatihan. Secara spesifik, kegiatan Orientasi Pengembangan Kualitas Dosen Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Umum bertujuan untuk meningkatkan Wawasan Kependidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat bagi dosen PAI pada PTU, Mensosialisasikan kebijakan pembinaan dan pengembangan MPK PAI (Visi, misi dan tujuan PAI pada PTU), Mensosialisaikan materi, pendekatan, metode, dan system evaluasi PAI, Mengembangkan wawasan para dosen PAI dalarn pendalaman materi substansi kajian PAI, Menumbuhkan dan mengembangkan rangsangan pembelajaran berdasarkan kompetensi dalam pelaksanaan kuliah PAI, Membangun. sikap rasa kebersamaan dalam tanggung jawab guna keberhasilan matakuliah PAI pada PTU, Menumbuhkan dan mengembangkan rangsangan dalam meningkatkan karir akademik sebagai dosen di PTU.

Para peserta kegiatan berjumlah 40 orang, terdiri dari dosen PAI pada PTU se-wilayah Sulawesi dengan persyaratan antara lain, adalah merupakan dosen PAI di Perguruan Tinggi Umum, Mempunyai pengalaman mengajar sebagai dosen Agama Islam minimal dua tahun dan masih mengampu mata kuliah PAI sampai sekarang; Utusan resmi dari institusi PTU yang diundang, Berusia maksimal 50 tahun, dan belum pernah mengikuti kegiatan sejenis dalam dua tahun terakhir.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai hari Senin - Kamis Tanggal 27 s.d 30 September 2004, bertempat di Universitas Negeri Makassar J1. Andi Pangeran Pettarani, Makassar. Adapun meteri yang ditampilkan antara lain, kebijakan Pembinaan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum, Kedudukan PAI dalam MPK, menyangkut, (Problematika Pelaksanaan PAI pada PTU, Visi, Misi, dan Tujuan PAI pada, PTU, Perubahan Paradigma Pengajaran kepada, Pembelajaran PAI), Sosialisasi Kurikulum Berbasis Kompetensi PAI pada PTU, Pendalaman materi PAI bidang kajian Aqidah, Pendalaman materi PAI bidang kajian Syari'ah, Pemilihan substansi materi Syari'ah, Pendalaman materi PAI bidang kajian Akhlak dan Tasawuf.

Adapun beberapa pembicara yang tampil antara lain, Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A, yang banyak mengulas tentang pendalaman materi PAI bidang kajian Aqidah dan integrasinya dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi. Sedangkan untuk Prof Dr. Arief Tiro, M.A, berbicara mengenai metodologi penelitian agama dan penyusunan model-model proposal. Dari Ditperta tampil Bapak Direktur H. Arief Furqan, M.A, Ph.D dan Kasubdit Ketenagaan Muharram Marzuki, Ph.D. (Adib, Gja)