Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   
MENUJU KESIAPAN MANAJEMEN BERBASIS KAMPUS :


Swara Ditpertais: No. 16 Th. II, 30 September 2004

JANGAN IKUT-IKUTAN MERUSAK NEGARA
(Meneropong Persiapan CPNS Dosen PTAI 2004)

Keberadaan dosen sangatlah urgen dalam mendinamisir kegiatan akademik bagi Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, mendapatkan input dosen yang berkualitas menjadi sebuah “keniscayaan”. Tahun ini direncanakan Departemen Agama akan mengadakaan pembukaan pendaftaran bagi dosen PTAI. Untuk mensosialisasikan agenda ini, beberapa waktu lalu Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam melalui Subdit Ketenagaan mengadakan pertemuan dengan para Kabag Kepegawaian (IAIN/UIN) dan Kabag Administrasi seluruh STAIN di Indonesia. Dalam acara tersebut hadir Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam, H.Arief Furqan, M.A, Ph.D, Sekertaris Dirjen Bagais Drs. Mundzier Suparta, M.A dan team dari Emis yang akan memberikan penjelasan seputar cara pengkoreksian dan pengisian data melalui komputer.

Dalam sambutannya Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam H. Arief Furqan, M.A, Ph.D mengingatkan bahwa keberadaan PTAIN masih banyak disoroti baik dari segi kualitas, maupun kontribusinya terhadap pengembangan keilmuan. Oleh karena itu, jangan “main-main” dalam memilih dan menseleksi calon dosen yang ada. Karena kalau kita sembarangan memasukan dosen ke PTAIN, maka itu sama saja ikut-ikutan dalam merusak negara, tegasnya. Menurut Direktur Pertais pada tahun ini kita akan lebih selektif dan menihilkan KKN. Dan ini wilayah yang paling rawan. Jangan sampai karena keponakannya ketua STAIN (Kepala Biro) dan lain sebagainya, objektifitas menjadi hilang. Senada dengan H. Arief Furqan, M.A, Ph.D, Sekertaris Dirjen Bagais, H.M. Mundzier Suparta, M.A juga memberikan warning kepada para peserta. Dengan adanya komitmen 100 hari, pemerintahan baru yang bersih dari KKN, Departemen kita juga akan menjadi sorotan tajam akan terjadinya praktek KKN.

Menurut Pak Sekertaris, menjelang pendaftaran CPNS biasanya muncul semacam “biro perjalanan” yang memanfaatkan momentum ini. Biro ini memang menyesatkan, karena merekalah yang mencoreng nama baik dan niat suci kita untuk menghilangkan praktek KKN. Tahun ini kalau sampai ada laporan orang atau siapapun merasa telah dirugikan dengan adanya biro ini, maka akan kami tindak tegas dan diruntut sampai ke akar-akarnya. Jadi tolong jangan bermain-main untuk menjadi biro, karena kalau tertangkap sangsinya adalah berat. Tentu setelah melihat adanya bukti dan lain sebagainya. Pak Sekertaris juga menjelaskan bahwa pada tahun ini tidak akan diadakan wawancara. Karena warancara yang ada seringkali dipergunakan untuk me mark up nilai test yang rendah. Jadi ada yang nilai test-nya kecil tapi dapat didongkrak dengan wawancara. Untuk itu wawancara dihilangkan dan diganti dengan TPA (Test Potensi Akademik).

Dalam rangka mendapatkan input pegawai dan dosen yang berkualitas tahun ini akan dipergunakan penilaian lewat komputerisasi dan waktunya akan dibuat bersamaan denga pendaftaraan cpns di Diknas, Depkes dan Departemen Pertanian, sehingga akan ditemukan pendaftaran yang betul-betul serius. Disamping itu, kesalahan pola pendaftaran dan pengalaman pada tahun yang lalu akan menjadi bahan pelajaran yang sangat berarti bagi pelaksanaan tahun ini.

Pada kesempatan tersebut diperkenalkan juga bagaimana tata cara mengisi data via komputerisasi dan kode data lain yang dijelaskan oleh team Emis. Team juga menyatakan kalau misalnya ada data-data yang kurang kami mengharapkan masukan dari Bapak dan Ibu. Di antara beberapa variabel yang dapat merubah kualitas PTAIN, kegiatan penerimaan dosen ini (cpns) merupakan entri pont yang dapat menjadi pijakan awal untuk melakukan perubahan secara mendasar. (Adib, Alfan)