|
Swara Ditpertais: No. 16 Th. II, 30 September 2004
|
JANGAN
IKUT-IKUTAN MERUSAK NEGARA
(Meneropong Persiapan CPNS Dosen PTAI 2004)
Keberadaan
dosen sangatlah urgen dalam mendinamisir kegiatan akademik bagi Perguruan
Tinggi. Oleh karena itu, mendapatkan input dosen yang berkualitas menjadi
sebuah “keniscayaan”. Tahun ini direncanakan Departemen Agama
akan mengadakaan pembukaan pendaftaran bagi dosen PTAI. Untuk mensosialisasikan
agenda ini, beberapa waktu lalu Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam
melalui Subdit Ketenagaan mengadakan pertemuan dengan para Kabag Kepegawaian
(IAIN/UIN) dan Kabag Administrasi seluruh STAIN di Indonesia. Dalam acara
tersebut hadir Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam, H.Arief Furqan,
M.A, Ph.D, Sekertaris Dirjen Bagais Drs. Mundzier Suparta, M.A dan team
dari Emis yang akan memberikan penjelasan seputar cara pengkoreksian dan
pengisian data melalui komputer.
Dalam
sambutannya Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam H. Arief Furqan, M.A,
Ph.D mengingatkan bahwa keberadaan PTAIN masih banyak disoroti baik dari
segi kualitas, maupun kontribusinya terhadap pengembangan keilmuan. Oleh
karena itu, jangan “main-main” dalam memilih dan menseleksi
calon dosen yang ada. Karena kalau kita sembarangan memasukan dosen ke
PTAIN, maka itu sama saja ikut-ikutan dalam merusak negara, tegasnya.
Menurut Direktur Pertais pada tahun ini kita akan lebih selektif dan menihilkan
KKN. Dan ini wilayah yang paling rawan. Jangan sampai karena keponakannya
ketua STAIN (Kepala Biro) dan lain sebagainya, objektifitas menjadi hilang.
Senada dengan H. Arief Furqan, M.A, Ph.D, Sekertaris Dirjen Bagais, H.M.
Mundzier Suparta, M.A juga memberikan warning kepada para peserta. Dengan
adanya komitmen 100 hari, pemerintahan baru yang bersih dari KKN, Departemen
kita juga akan menjadi sorotan tajam akan terjadinya praktek KKN.
Menurut
Pak Sekertaris, menjelang pendaftaran CPNS biasanya muncul semacam “biro
perjalanan” yang memanfaatkan momentum ini. Biro ini memang menyesatkan,
karena merekalah yang mencoreng nama baik dan niat suci kita untuk menghilangkan
praktek KKN. Tahun ini kalau sampai ada laporan orang atau siapapun merasa
telah dirugikan dengan adanya biro ini, maka akan kami tindak tegas dan
diruntut sampai ke akar-akarnya. Jadi tolong jangan bermain-main untuk
menjadi biro, karena kalau tertangkap sangsinya adalah berat. Tentu setelah
melihat adanya bukti dan lain sebagainya. Pak Sekertaris juga menjelaskan
bahwa pada tahun ini tidak akan diadakan wawancara. Karena warancara yang
ada seringkali dipergunakan untuk me mark up nilai test yang rendah. Jadi
ada yang nilai test-nya kecil tapi dapat didongkrak dengan wawancara.
Untuk itu wawancara dihilangkan dan diganti dengan TPA (Test Potensi Akademik).
Dalam
rangka mendapatkan input pegawai dan dosen yang berkualitas tahun ini
akan dipergunakan penilaian lewat komputerisasi dan waktunya akan dibuat
bersamaan denga pendaftaraan cpns di Diknas, Depkes dan Departemen Pertanian,
sehingga akan ditemukan pendaftaran yang betul-betul serius. Disamping
itu, kesalahan pola pendaftaran dan pengalaman pada tahun yang lalu akan
menjadi bahan pelajaran yang sangat berarti bagi pelaksanaan tahun ini.
Pada
kesempatan tersebut diperkenalkan juga bagaimana tata cara mengisi data
via komputerisasi dan kode data lain yang dijelaskan oleh team Emis. Team
juga menyatakan kalau misalnya ada data-data yang kurang kami mengharapkan
masukan dari Bapak dan Ibu. Di antara beberapa variabel yang dapat merubah
kualitas PTAIN, kegiatan penerimaan dosen ini (cpns) merupakan entri pont
yang dapat menjadi pijakan awal untuk melakukan perubahan secara mendasar.
(Adib, Alfan)
|