|
Swara Ditpertais: No. 16 Th. II, 30 September 2004
|
MENDESAIN
MATAKULIAH
Oleh
: H. Arief Furqan, M.A.,Ph.D
Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam
Pengantar
Ketika
mengajar atau memberikan materi matakuliah, sudah semestinya para dosen
melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu. Namun tidak jarang di lapangan
masih ditemukan beberapa pengajar (dosen) yang memberikan materi kuliah
dengan tanpa persiapan sama sekali atau apa adanya. Dosen dengan pola
mengajar seperti ini, tentu saja sangat merugikan para mahasiswa dan juga
negara (masyarakat) yang telah membiayai mereka. Pola mengajar dengan
tanpa persiapan seperti ini, tidak dapat diharapkan mampu menghasilkan
kualitas hasil mengajar yang baik. Bagaimana seharusnya dosen mengajar
dan mempersiapkan matakuliahnya, berikut ini merupakan tips yang diberikan
oleh Direktur Perguruan Tinggi Agama H. Arief Furqan, M.A, Ph.D tentang
strategi mendesain matakuliah.
Langkah
pertama yang harus dilakukan oleh seorang dosen ketika ia mendapat tugas
memberikan kuliah adalah membuat rancangan (desain) matakuliah yang ditugaskan
itu. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa tujuan matakuliah dapat
dicapai secara efektif dan efisien. Perkuliahan yang tidak dirancang dengan
baik tidak akan dapat memberikan jaminan bahwa tujuan matakuliah yang
telah ditetapkan sebelumnya akan dapat dicapai dengan baik.
Setidaknya
ada tiga hal penting yang harus kita putuskan setiap kali kita ditugasi
untuk memegang matakuliah, apakah itu kuliah baru ataupun kuliah lama:
apa yang harus diajarkan, bagaimana mengajarkannya, dan bagaimana memastikan
bahwa mahasiswa telah menguasai apa yang telah diajarkan. Seringkali,
hal paling sulit dalam merancang suatu matakuliah adalah menentukan topik-topik
mana yang harus tidak masuk ke dalam kuliah. Banyak dosen, karena terlalu
bersemangat untuk memberikan segala apa yang ia ketahui kepada mahasiswanya,
dan berusaha memasukkan terlalu banyak materi ke dalam matakuliahnya.
Berikut ini adalah beberapa saran yang diberikan oleh Barbara Gross Davis,
dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat yang mungkin
dapat kita manfaatkan ketika kita harus merancang mata kuliah.
Strategi
Umum
Apabila
mata kuliah tersebut masih baru bagi Anda tetapi telah pernah diberikan
sebelumnya, maka berbicaralah dengan dosen yang telah pernah mengajar
mata kuliah tersebut. Mintalah kepada dosen tersebut silabus yang pernah
mereka pakai, daftar tugas dan topik makalah yang pernah mereka berikan
kepada mahasiswa, serta soal-soal ujian yang pernah. mereka berikan kepada
mahasiswanya. Carilah tahu tentang persoalan yang biasa dihadapi mahasiswa.
dengan materi kuliah tersebut serta kesulitan-kesulitan yang pernah dihadapi
dosen ketika mengajar mata kuliah tersebut. Apabila mungkin, cobalah melihat
komentar mahasiswa yang pernah mengambil mata kuliah tersebut sehingga
Anda dapat mengetahui kekuatan dan kelemahannya.
Apabila
mata kuliah tersebut masih baru bagi Anda dan belum pernah diberikan sebelumnya,
periksalah buku-buku teks yang berkaitan dengan topik mata kuliah tersebut.
Dengan memeriksa buku-buku teks tersebut, anda akan mempunyai bayangan
tentang tema-tema dan isu-isu utama yang mungkin dapat dibahas dalam mata
kuliah tersebut. Hal ini terutama bermanfaat bila Anda sedang mempersiapkan
mata kuliah di luar bidang spesialisasi Anda. (Sumber: Brown, 1978).
Apabila
Anda sebelumnya telah pernah mengajar mata kuliah tersebut, mulailah dengan
mengumpulkan segala yang terkait dengan mata kuliah tersebut. Kumpulkan
fotokopi silabus, buku teks dan materi bacaan, handout, ujian, catatan
Anda untuk setiap pertemuan kuliah, dan komentar/evaluasi mahasiswa Anda
dimasa lalu. Bacalah kembali evaluasi mahasiswa, tersebut agar Anda mengetahui
kekuatan dan kelemahan mata kuliah tersebut. Kemudian, periksalah berbagai
materi mata kuliah tersebut berdasarkan komentar para mahasiswa, perkembangan
baru di bidang ilmu tersebut, dan juga perubahan minat Anda sendiri. (Sumber:
"Course Materials Review," 1987).
Kenali
keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam mengajarkan mata kuliah tersebut.
Ketika Anda mulai merancang mata kuliah tersebut, ajukan pertanyaan-pertanyaan
seperti berikut: Berapa kali pertemuan yang tersedia untuk mengajarkan
mata kuliah tersebut? berapa jumlah mahasiswa yang akan mengambil mata
kuliah tersebut? apakah mahasiswa tersebut sebagian besar berasal dari
jurusan itu (mayor) atau dari luar jurusan (minor)? apa tingkatan mata
kuliah tersebut (pengantar, menengah, atau advanced)? materi apa yang
dapat diasumsikan sudah diketahui oleh mahasiswa? mata kuliah apa saja
a yang telah mereka ambil sebelumnya? mata kuliah apa saja yang mungkin
mereka ambil bersama dengan mata kuliah ini? Apakah ada asisten yang akan
membantu Anda? Alat Bantu mengajar apakah yang tersedia di dalam ruang
kuliah? (Sumber: Brown, 1978; Ory, 1990).
Fikirkan
bagaimana kaitan antara mata kuliah anda dengan mata kuliah lain dalam
kurikulum program studi Anda. Apakah mata kuliah yang anda pegang itu
merupakan pengantar bagi mata kuliah lain yang lebih tinggi tingkatannya?
apakah mata kuliah anda tersebut merupakan mata kuliah tingkat atas bagi
mahasiswa jurusan?
Menentukan
Apa Yang Ingin Dicapai
Menetapkan
tujuan mata kuliah. Apa yang Anda harapkan dapat dilakukan atau dihasilkan
mahasiswa sebagai akibat mengikuti kuliah anda? Menuliskan tujuan mata
kuliah ini penting, setidaknya karena empat alasan (Erickson, n.d.): (1)
proses ini memaksa anda menjelaskan apa yang Anda inginkan dapat dicapai
mahasiswa anda; (2) daftar tujuan anda tersebut akan membantu anda memilih
metode pembelajaran, bahan kuliah, dan tugas perkuliahan yang tepat; (3)
anda dapat menggunakan daftar tujuan tersebut untuk mengkomunikasikan
harapan anda kepada mahasiswa, agar mereka tahu apa yang harus mereka
capai; (4) daftar tujuan anda tersebut akan berguna bagi dosen lain yang
mengampu mata kuliah dan menggunakan mata kuliah anda sebagai prasyarat,
akan tetapi, McKeachie (1986) mengingatkan kita agar tidak terlalu disibukkan
oleh penulisan tujuan bersifat perilaku yang rinci. Tujuan pokok penulisan
tujuan adalah untuk membantu anda membuat rencana perkuliahan dan menetapkan
apa yang ingin anda lakukan dalam perkuliahan itu.
Menetapkan
tujuan yang terkait dengan isi (content) dan tujuan yang terkait dengan
bukan-isi (con-content). Furhrmann dan Grasha (1983) agar dosen menetapkan
tujuan yang terkait dengan isi (misalnya, "memahami faktor-faktor
kunci yang mempengaruhi kebangkitan Jepang sebagai suatu kekuatan ekonomi")
dan tujuan yang terkait dengan bukan-isi (misalnya, "menjadi anggota
tim yang baik dan bekerja sama dengan mahasiswa lain" atau "belajar
mentoleransi pandangan mahasiswa lain yang bertentangan dengan pandangannya").
Kedua penulis tersebut menyarankan agar dosen memulai dengan suatu daftar
yang bersifat umum kemudian baru menghaluskan daftar tersebut sehingga
membuatnya lebih spesifik. Apa yang anda harapkan dari mahasiswa? ketika
anda mulai merancang mata kuliah tersebut, ajukan pertanyaan-pertanyaan
seperti berikut: Berapa kali pertemuan yang tersedia untuk mengajarkan
mata kuliah tersebut? Berapa jumlah mahasiswa yang akan mengambil mata
kuliah tersebut? apakah mahasiswa tersebut sebagian besar berasal dari
jurusan itu (mayor) atau dari luar jurusan (minor)? apa tingkatan mata
kuliah tersebut (pengantar, menengah, atau advanced)? materi apa yang
dapat diasuransikan sudah diketahui oleh mahasiswa? mata kuliah apa saja
yang telah mereka ambil sebelumnya? mata kuliah apa saja yang mungkin
mereka ambil bersama dengan mata kuliah ini? apakah ada asisten yang akan
membantu anda? alat bantu mengajar apakah yang tersedia di dalam ruang
kuliah? (Sumber: Brown, 1978; Ory, 1990).
Fikirkan
bagaimana kaitan antara mata kuliah anda dengan mata kuliah lain dalam
kurikulum program studi anda. Apakah mata kuliah yang anda pegang itu
merupakan pengantar bagi mata kuliah lain yang lebih tinggi tingkatannya?
apakah mata kuliah anda tersebut merupakan mata kuliah tingkat atas bagi
mahasiswa jurusan?
Menetapkan
dan Membatasi Isi Mata Kuliah
Sesudah
anda "memasukkan " semua topik anda ke dalam suatu daftar sementara,
maka buanglah sisanya. merancang suatu mata kuliah adalah seperti orang
yang akan bepergian ke luar negeri. Pertama, tulislah semua yang, menurut
anda, perlu diketahui mahasiswa, seperti halnya anda memasukkan ke dalam
beberapa koper besar apa saja yang anda anggap mungkin diperlukan selama
perjalanan ke luar negeri. Kemudian, pangkaslah topik-topik dalam daftar
tersebut, seperti halnya ketika anda memutuskan untuk hanya membawa satu
atau dua koper saja agar tidak membebani perjalanan anda. Hasil penelitian
telah membuktikan bahwa. terlalu banyak detil dan terlalu banyak topik
bahkan mengganggu pemahaman mahasiswa akan materi kuliah yang anda berikan
(Beard dan Hartley, 1984).
Bedakan
antara materi yang pokok dari yang tambahan. Bagilah konsep-konsep atau
topik-topik yang ingin anda bahas dalam perkuliahan menjadi tiga kelompok:
materi dasar yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa, materi anjuran
yang perlu dikuasai oleh mahasiswa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang
masalah tersebut, dan materi optional yang perlu dikuasai hanya oleh mahasiswa
yang memiliki minat dan kemampuan tertentu. Perkuliahan. dan ujian hendaknya
difokuskan pada materi dasar tersebut. Topik-topik anjuran dan optional
yang diberi label seperti itu, dapat dimasukan dalam kuliah, materi tambahan
dan bacaan.
Menata
Struktur Matakuliah
Susunlah
isi matakuliah secara logis. Materi kuliah dapat diatur secara kronologis,
berdaarkan topik atau kategori, mulai dari yang kongkret ke yang abstrak,
atau sebaliknya, mulai dari teori kepenerapan atau sebaliknya, dengan
meningkatkan derajat ketrampilan atau kompleksitasnya, atau dengan skema
lain. Beberapa matakuliah dalam bidang sejarah dan sastra hampir selalu
memerlukan urutan koronologis. Berikut ini ada beberapa strategi lain
untuk menyusun materi kuliah (Bergquist dan Phillips, 1977,146-149)
Micro/macro:mulailah
dengan menjelaskan suatu fenomena besar yang kompleks (perspektif makro)
atau mulailah dengan analisis detail tentang salah satu aspek dari fenomena
tersebut (perspektif mikro). Mulailah dengan suatu pengetahuan dan informasi
yang umum dan luas (makro) atau fokuskan perhatian pada suatu kejadian
atau hal yang spesifik (mikro).
Distal/proximal.
Mulailah dengan menyajikan suatu persoalan penting dan baru terjadi yang
terkait dengan bidang studi (perspektif proximal) atau dengan menjelaskan
asal-usul atau konteks (perspektif distal). Mulailah dengan membicarakan
relevansi masalah (proximal) atau dengan perspektif sejarah atau teoritis
(distal).
Fenomena/struktur
: berikan penekanan pada deskripsi dan analisis atas kejadian, orang,
atau ide-ide yang unik dan signifikan (fenomena) atau penekanan pada deskripsi
dan analisis atas teori, tema, dan penerapan universal (struktur). Fokuskan
pada karya, peristiwa, atau orang tertentu dalam lingkungan unik mereka
atau fokuskan pada pola-pola umum dan konsep-konsep yang biasanya terdapat
dalam berbagai karya, peristiwa, dan orang.
Buatlah
daftar semua pertemuan kuliah. Dalam jadwal sementara anda, tandailah
hari-hari libur perguruan tinggi, hari libur agama, liburan semester,
dan kalau perlu, kegiatan perguruan tinggi yang mungkin dapat mengganggu
pelaksanaan kuliah. Isilah Jadwal ini dengan topik dan tanggal ujian sementara.
Ingatlah selalu ritme tiap semester, termasuk saat-saat “ semangat
menurun ”. sediakan, setidaknya sebagian dari jam kuliah menjelang
tiap ujian untuk mengejar ketertinggalan atau untuk mengulang kembali
materi yang telah dibicarakan sebelumnya. Sediakan waktu yang cukup untuk
membahas topik-topik yang kompleks dan sulit. Sediakan waktu ditengah
semester untuk mendapatkan pendapat atau umpan balik dari mahasiswa tentang
perkuliahan yang sedang mereka ikuti itu. Juga berikan perhatian khusus
pada hari pertama kuliah, pertemuan sebelum ujian, dan dua atau tiga pertemuan
terkahir yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan dan memadukan tema-tema
yang telah dibicarakan dalam kuliah tersebut.
Pilihlah
Metode pembelajaran yang cocok untuk setiap pertemuan Kuliah. Daripada
bertanya “ apa yang akan saya lakukan pada setiap pertemuan? Fokuskan
pertanyaan anda pada “ apakah yang akan dilakukan mahasiswa? ”(Bligh,
1971) Carilah topik-topik manakah yang secara otomatis mengarah pada jenis
kegiatan tertentu dikelas, dan pilihlah satu atau lebih kegiatan untuk
setiap pertemua : ceramah, diskusi dalam kelompok kecil, kerja mandiri,
simulasi, debat, studi kasus dan permainan peran, demonstrasi, kegiatan
belajar berdasarkan pengalaman, teknologi pembelajaran, kerja bersama,
dll. Untuk setiap topik, tentukan bagaimana anda akan mempersiapkan mahasiswa
untuk mengikuti kuliah (melallui review atau preview), menyajikan konsep-konsep
baru (melalui ceramah, diskusi, demonstrasi) meminta mahasiswa menerpakan
apa yang telah mereka pelajari (melallui diskusi, kegiatan menulis diruang
kuliah, kejasama), dan menilai apakah mahasiswa dapat mempraktekakn apa
yang telah mereka pelajari (lewat tes, diskusi, problem solving, dsb).
Memilih
Buku Teks dan Bacaan
Pilihlah
buku teks dan bahan bacaan yang mnecerminkan tujuan matakuliah anda.
Buku teks memberikan pengaruh lebih besar daripada metode mengajar pada
apa yang dipelajari mahasiswa (Mc.Keachie, 1986). Jelaskan kepada mahasiswa
bagaimana bacaan-bacaan tersebut terkait dengan tujuan matakuliah dan
kegiatan diruang kuliah. Beberapa dosen menugasi mahasiswa untuk membaca
buku teks yang mengulangi materi yang diberikan diruang kuliah dan sebaliknya
dengan tujuan untuk memeperkuat penguasaan materi tersebut. Sebagian bacaan
mungkin dipilih untuk menjelaskan materi yang diberikan diruang kuliah
dengan jalan memberikan contoh contoh dan penerapannya. Sebagian bacaan
lainnya mungkin dimaksudkan untuk memberikan materi tambahan atau untuk
menunjukkan pandangan lain yang bertentangan dengan pandangan yang disajikan
diruang kuliah. (Sumber:selecting a Textbook:1987).
Buatlah
kriteria untuk memilih bahan bacaan. Apabila ada beberapa buku teks, laporan,
atau artikel yang sesuai dengan tujuan matakuliah anda, pilihlah diantara
bahan bacaan tersebut dengan menggunakan kriteria berikut (Lowman:1987)
:
- Keakuratan dan kemutakhiran isinya.
- Koherensi dan kejelasan isinya
- Derajat kesuliatan dan minat bagi mahasiswa
- Harga
- Ukuran buku
- Format dan tata letaknya unttuk kemudahan membaca
Mc
Keachie (1986) menyarankan untuk memilih buku teks yang sesuai dengan
pandangan anda karena mahasiswa mungkin akan kecewa dan bingung bila anda
menunjukkan ketidaksepakatan anda dengan apa yang ada di dalam buku teks.
Akan tetapi, untuk melengkapi buku teks utama dan menunjukkan kepada mahasiswa
beberapa perspektif lainnya, anda dapat memilih artikel atau buku teks
yang lebih pendek yang mengungkapkan pandangan-pandangan yang berbeda
dari pandangan anda sendiri.
Tugasi
Mahasiswa untuk mebaca beragam buku teks dan artikel, termasuk yang mutakhir.
Perkuliahan ditingkatlanjut biasanya menuntut mahasiswa untuk membaca
artikel, jurnal, makalah, laporan penelitian dsb. Tetapi, pada matakuliah
tingkat lebih rendahpun mahasiswa seharusnya mendapatkan kesempatan untuk
setidaknya membaca beberapa penerbiitan atau artikel jurnal mutkahir.
Salah seorang dosen matakuliah ekonomi menugasi editorial harian Bussines
News setiap minggu. Ia menggunakan editorial ini sebagai bahan diskusi
dan pertanyaan ujian yang meminta mahasiswa untuk membandingkan editorial-editorial
tersebut dengan isi buku teks pada topik-topik yang relevan.
Perhatikan
beban belajar mahasiswa. Di kebanyakan perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan
menyediakan waktu dua samapi tiga jam belajar di rumah untuk setiap jam
belajar diruang kuliah. Untuk buku teks yang sederhana, anda dapat memperkirakan
mahasiswa dapat membaca sekitar duapuluh halaman perjam, meskipun kecepatan
itu akan tergantung pada kemampuan mahasiswa dan derajat kesulitan bahan
bacaan tersebut.
Menetapkan
Kebijakan Kuliah
Tugas
yang mendapat kredit ekstra, Apabila anda menawarkan tugas tambahan guna
mendapatkan kredit ekstra, umumkanlah hal itu di ruang kuliah sehingga
setiap mahasiswa tahu akan adanya pilihan tersebut. Sebagian dosen menetapkan
bahwa hanya mahasiswa yang memperoleh nilai C ke atas dalam tugas reguler
sajalah yang boleh mengerjakan tugas dengan kredit ekstra tersebut.
Kehadiran.
Biarkan mahasiswa mengetahui, melalui silabus dan pada hari pertama kuliah,
bahwa anda mengharapkan mereka hadir keruang kelas secara teratur. Usahakan
dengan keras agar waktu di ruang kelas menjadi berharga saat dimana belajar
benar-benar terjadi. Mahasiswa juga cenderung akan hadir dikelas kalau
mereka tahu bahwa ujian akan didasarkan kepada hal-hal yang telah dibicarakan
di dalam kelas saja. Akan tetapi, kehadiran hendaknya tidak diwajibkan
atau menjadi faktor dalam penetuan dalam mata kuliah. Jangan sampai mahasiswa
hadir hanya karena ingin memenuhi kewajiban saja. Nilai matakuliah hendaknya
didasarkan pada prestasi mahasiswa dalam menguasai kompetensi yang dibelajarkan
(isi matakuliah) dan bukan pada faktor-faktor non akademik seperti kehadiran.
Apabila anda mewajibkan kehadiran, beritahu mahasiswa bagaimana anda menghitung
kehadiran itu. Berikan angka bonus pada mahasiswa yang hadir seratus persen
atau hampir seratus persen. Itu lebih baik daripada menghukum mahasiswa
yang absen dengan mengurangi angka mereka. Hasilnya mungkin sama saja
tetapi mahasiswa akan lebih senang karena kehadiran mereka dihargai daripada
ketidak hadiran mereka dihukum. Disamping kehadiran mereka, anda juga
perlu memeperhatikan pola kehadiran anda sendiri. Beberapa pengamat menganjurkan
agar dosen datang lebih awal di ruang kuliah (untuk menunjukan kepada
mahasiswa anda bahwa anda bersemangat untuk memberikan kuliah yang penting
itu), memulai kuliah tepat pada waktunya (untuk menghargai mahasiswa yang
datang tepat waktu), mengakhiri kuliah tepat waktu (untuk memungkinkan
mahasiswa meninggalkan ruang guna mengikuti kuliah selanjutnya).
Ujian
perbaikan. Beritahu mahasiswa bagaimana kebijakan anda mengenai ujian
perbaikan dan bagaimana prosedurnya.
Penyerahan
tugas yang terlambat. Tegaskan kepada mahasiswa apakah anda akan menerima
tugas yang diserahkan terlambat dan apa sanksinya yang akan anda berikan
untuk tugas yang diserahkan terlambat. Ada dosen yang mengurangkan angka
secara meningkat untuk setiap hari keterlambatan penyerahan tugas tersebut.
Dosen lainnya memberikan beberapa tugas sehingga mahasiswa diijinkan untuk
membatalkan (drop) satu atau dua tugas tanpa terkena sanksi (karena nilainya
rendah atau karena tidak selesai). Dosen lainnya lagi memberikan dua hari
kesempatan terlambat : satu tugas boleh terlambat dua hari atau dua tugas
masing-masing terlambat satu hari.(Rusk:1987).
Penilaian.
Beritahu mahasiswa bagaimana kebijakan anda dalam menetapkan nilai prestasi
mahasiswaa dalam matakuliah anda.
Dosen
juga harus menangani hal-hal yang bersifat administratif
Pesanlah
buku-buku yang akan anda gunakan dalam mata kuliah itu sejak dini dan
antisipasi kemungkinan keterlambatan penyediaan buku tersebut. Periksa
ulang kemajuan pesanan buku anda ditoko buku dekat kampus kira-kira satu
bulan sebelum semester dimulai. Begitu buku-buku sudah tersedia, periksa
kembali berapa eksemplar buku yang tersedia ditoko buku tersebut. Sekalipun
anda sudah berhati-hati, selalu saja ada kemungkinan buku-buku tersebut
tidak datang tepat waktu. Siapkan bacaan yang anda bagikan sendiri, atau
yang sudah tersedia di ruang reserve di perpustakaan, pada masa dua minggu
pertama semester. Demikian semoga trik ini akan ada manfaatnya.(Adib,
Gja, Aal. im).
|