Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   
MENUJU KESIAPAN MANAJEMEN BERBASIS KAMPUS :


Swara Ditpertais: No. 16 Th. II, 30 September 2004

MENDESAIN MATAKULIAH
Oleh : H. Arief Furqan, M.A.,Ph.D
Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam

Pengantar

Ketika mengajar atau memberikan materi matakuliah, sudah semestinya para dosen melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu. Namun tidak jarang di lapangan masih ditemukan beberapa pengajar (dosen) yang memberikan materi kuliah dengan tanpa persiapan sama sekali atau apa adanya. Dosen dengan pola mengajar seperti ini, tentu saja sangat merugikan para mahasiswa dan juga negara (masyarakat) yang telah membiayai mereka. Pola mengajar dengan tanpa persiapan seperti ini, tidak dapat diharapkan mampu menghasilkan kualitas hasil mengajar yang baik. Bagaimana seharusnya dosen mengajar dan mempersiapkan matakuliahnya, berikut ini merupakan tips yang diberikan oleh Direktur Perguruan Tinggi Agama H. Arief Furqan, M.A, Ph.D tentang strategi mendesain matakuliah.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang dosen ketika ia mendapat tugas memberikan kuliah adalah membuat rancangan (desain) matakuliah yang ditugaskan itu. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa tujuan matakuliah dapat dicapai secara efektif dan efisien. Perkuliahan yang tidak dirancang dengan baik tidak akan dapat memberikan jaminan bahwa tujuan matakuliah yang telah ditetapkan sebelumnya akan dapat dicapai dengan baik.

Setidaknya ada tiga hal penting yang harus kita putuskan setiap kali kita ditugasi untuk memegang matakuliah, apakah itu kuliah baru ataupun kuliah lama: apa yang harus diajarkan, bagaimana mengajarkannya, dan bagaimana memastikan bahwa mahasiswa telah menguasai apa yang telah diajarkan. Seringkali, hal paling sulit dalam merancang suatu matakuliah adalah menentukan topik-topik mana yang harus tidak masuk ke dalam kuliah. Banyak dosen, karena terlalu bersemangat untuk memberikan segala apa yang ia ketahui kepada mahasiswanya, dan berusaha memasukkan terlalu banyak materi ke dalam matakuliahnya. Berikut ini adalah beberapa saran yang diberikan oleh Barbara Gross Davis, dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat yang mungkin dapat kita manfaatkan ketika kita harus merancang mata kuliah.

Strategi Umum

Apabila mata kuliah tersebut masih baru bagi Anda tetapi telah pernah diberikan sebelumnya, maka berbicaralah dengan dosen yang telah pernah mengajar mata kuliah tersebut. Mintalah kepada dosen tersebut silabus yang pernah mereka pakai, daftar tugas dan topik makalah yang pernah mereka berikan kepada mahasiswa, serta soal-soal ujian yang pernah. mereka berikan kepada mahasiswanya. Carilah tahu tentang persoalan yang biasa dihadapi mahasiswa. dengan materi kuliah tersebut serta kesulitan-kesulitan yang pernah dihadapi dosen ketika mengajar mata kuliah tersebut. Apabila mungkin, cobalah melihat komentar mahasiswa yang pernah mengambil mata kuliah tersebut sehingga Anda dapat mengetahui kekuatan dan kelemahannya.

Apabila mata kuliah tersebut masih baru bagi Anda dan belum pernah diberikan sebelumnya, periksalah buku-buku teks yang berkaitan dengan topik mata kuliah tersebut. Dengan memeriksa buku-buku teks tersebut, anda akan mempunyai bayangan tentang tema-tema dan isu-isu utama yang mungkin dapat dibahas dalam mata kuliah tersebut. Hal ini terutama bermanfaat bila Anda sedang mempersiapkan mata kuliah di luar bidang spesialisasi Anda. (Sumber: Brown, 1978).

Apabila Anda sebelumnya telah pernah mengajar mata kuliah tersebut, mulailah dengan mengumpulkan segala yang terkait dengan mata kuliah tersebut. Kumpulkan fotokopi silabus, buku teks dan materi bacaan, handout, ujian, catatan Anda untuk setiap pertemuan kuliah, dan komentar/evaluasi mahasiswa Anda dimasa lalu. Bacalah kembali evaluasi mahasiswa, tersebut agar Anda mengetahui kekuatan dan kelemahan mata kuliah tersebut. Kemudian, periksalah berbagai materi mata kuliah tersebut berdasarkan komentar para mahasiswa, perkembangan baru di bidang ilmu tersebut, dan juga perubahan minat Anda sendiri. (Sumber: "Course Materials Review," 1987).

Kenali keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam mengajarkan mata kuliah tersebut. Ketika Anda mulai merancang mata kuliah tersebut, ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Berapa kali pertemuan yang tersedia untuk mengajarkan mata kuliah tersebut? berapa jumlah mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah tersebut? apakah mahasiswa tersebut sebagian besar berasal dari jurusan itu (mayor) atau dari luar jurusan (minor)? apa tingkatan mata kuliah tersebut (pengantar, menengah, atau advanced)? materi apa yang dapat diasumsikan sudah diketahui oleh mahasiswa? mata kuliah apa saja a yang telah mereka ambil sebelumnya? mata kuliah apa saja yang mungkin mereka ambil bersama dengan mata kuliah ini? Apakah ada asisten yang akan membantu Anda? Alat Bantu mengajar apakah yang tersedia di dalam ruang kuliah? (Sumber: Brown, 1978; Ory, 1990).

Fikirkan bagaimana kaitan antara mata kuliah anda dengan mata kuliah lain dalam kurikulum program studi Anda. Apakah mata kuliah yang anda pegang itu merupakan pengantar bagi mata kuliah lain yang lebih tinggi tingkatannya? apakah mata kuliah anda tersebut merupakan mata kuliah tingkat atas bagi mahasiswa jurusan?

Menentukan Apa Yang Ingin Dicapai

Menetapkan tujuan mata kuliah. Apa yang Anda harapkan dapat dilakukan atau dihasilkan mahasiswa sebagai akibat mengikuti kuliah anda? Menuliskan tujuan mata kuliah ini penting, setidaknya karena empat alasan (Erickson, n.d.): (1) proses ini memaksa anda menjelaskan apa yang Anda inginkan dapat dicapai mahasiswa anda; (2) daftar tujuan anda tersebut akan membantu anda memilih metode pembelajaran, bahan kuliah, dan tugas perkuliahan yang tepat; (3) anda dapat menggunakan daftar tujuan tersebut untuk mengkomunikasikan harapan anda kepada mahasiswa, agar mereka tahu apa yang harus mereka capai; (4) daftar tujuan anda tersebut akan berguna bagi dosen lain yang mengampu mata kuliah dan menggunakan mata kuliah anda sebagai prasyarat, akan tetapi, McKeachie (1986) mengingatkan kita agar tidak terlalu disibukkan oleh penulisan tujuan bersifat perilaku yang rinci. Tujuan pokok penulisan tujuan adalah untuk membantu anda membuat rencana perkuliahan dan menetapkan apa yang ingin anda lakukan dalam perkuliahan itu.

Menetapkan tujuan yang terkait dengan isi (content) dan tujuan yang terkait dengan bukan-isi (con-content). Furhrmann dan Grasha (1983) agar dosen menetapkan tujuan yang terkait dengan isi (misalnya, "memahami faktor-faktor kunci yang mempengaruhi kebangkitan Jepang sebagai suatu kekuatan ekonomi") dan tujuan yang terkait dengan bukan-isi (misalnya, "menjadi anggota tim yang baik dan bekerja sama dengan mahasiswa lain" atau "belajar mentoleransi pandangan mahasiswa lain yang bertentangan dengan pandangannya"). Kedua penulis tersebut menyarankan agar dosen memulai dengan suatu daftar yang bersifat umum kemudian baru menghaluskan daftar tersebut sehingga membuatnya lebih spesifik. Apa yang anda harapkan dari mahasiswa? ketika anda mulai merancang mata kuliah tersebut, ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Berapa kali pertemuan yang tersedia untuk mengajarkan mata kuliah tersebut? Berapa jumlah mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah tersebut? apakah mahasiswa tersebut sebagian besar berasal dari jurusan itu (mayor) atau dari luar jurusan (minor)? apa tingkatan mata kuliah tersebut (pengantar, menengah, atau advanced)? materi apa yang dapat diasuransikan sudah diketahui oleh mahasiswa? mata kuliah apa saja yang telah mereka ambil sebelumnya? mata kuliah apa saja yang mungkin mereka ambil bersama dengan mata kuliah ini? apakah ada asisten yang akan membantu anda? alat bantu mengajar apakah yang tersedia di dalam ruang kuliah? (Sumber: Brown, 1978; Ory, 1990).

Fikirkan bagaimana kaitan antara mata kuliah anda dengan mata kuliah lain dalam kurikulum program studi anda. Apakah mata kuliah yang anda pegang itu merupakan pengantar bagi mata kuliah lain yang lebih tinggi tingkatannya? apakah mata kuliah anda tersebut merupakan mata kuliah tingkat atas bagi mahasiswa jurusan?

Menetapkan dan Membatasi Isi Mata Kuliah

Sesudah anda "memasukkan " semua topik anda ke dalam suatu daftar sementara, maka buanglah sisanya. merancang suatu mata kuliah adalah seperti orang yang akan bepergian ke luar negeri. Pertama, tulislah semua yang, menurut anda, perlu diketahui mahasiswa, seperti halnya anda memasukkan ke dalam beberapa koper besar apa saja yang anda anggap mungkin diperlukan selama perjalanan ke luar negeri. Kemudian, pangkaslah topik-topik dalam daftar tersebut, seperti halnya ketika anda memutuskan untuk hanya membawa satu atau dua koper saja agar tidak membebani perjalanan anda. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa. terlalu banyak detil dan terlalu banyak topik bahkan mengganggu pemahaman mahasiswa akan materi kuliah yang anda berikan (Beard dan Hartley, 1984).

Bedakan antara materi yang pokok dari yang tambahan. Bagilah konsep-konsep atau topik-topik yang ingin anda bahas dalam perkuliahan menjadi tiga kelompok: materi dasar yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa, materi anjuran yang perlu dikuasai oleh mahasiswa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang masalah tersebut, dan materi optional yang perlu dikuasai hanya oleh mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan tertentu. Perkuliahan. dan ujian hendaknya difokuskan pada materi dasar tersebut. Topik-topik anjuran dan optional yang diberi label seperti itu, dapat dimasukan dalam kuliah, materi tambahan dan bacaan.

Menata Struktur Matakuliah

Susunlah isi matakuliah secara logis. Materi kuliah dapat diatur secara kronologis, berdaarkan topik atau kategori, mulai dari yang kongkret ke yang abstrak, atau sebaliknya, mulai dari teori kepenerapan atau sebaliknya, dengan meningkatkan derajat ketrampilan atau kompleksitasnya, atau dengan skema lain. Beberapa matakuliah dalam bidang sejarah dan sastra hampir selalu memerlukan urutan koronologis. Berikut ini ada beberapa strategi lain untuk menyusun materi kuliah (Bergquist dan Phillips, 1977,146-149)

Micro/macro:mulailah dengan menjelaskan suatu fenomena besar yang kompleks (perspektif makro) atau mulailah dengan analisis detail tentang salah satu aspek dari fenomena tersebut (perspektif mikro). Mulailah dengan suatu pengetahuan dan informasi yang umum dan luas (makro) atau fokuskan perhatian pada suatu kejadian atau hal yang spesifik (mikro).

Distal/proximal. Mulailah dengan menyajikan suatu persoalan penting dan baru terjadi yang terkait dengan bidang studi (perspektif proximal) atau dengan menjelaskan asal-usul atau konteks (perspektif distal). Mulailah dengan membicarakan relevansi masalah (proximal) atau dengan perspektif sejarah atau teoritis (distal).

Fenomena/struktur : berikan penekanan pada deskripsi dan analisis atas kejadian, orang, atau ide-ide yang unik dan signifikan (fenomena) atau penekanan pada deskripsi dan analisis atas teori, tema, dan penerapan universal (struktur). Fokuskan pada karya, peristiwa, atau orang tertentu dalam lingkungan unik mereka atau fokuskan pada pola-pola umum dan konsep-konsep yang biasanya terdapat dalam berbagai karya, peristiwa, dan orang.

Buatlah daftar semua pertemuan kuliah. Dalam jadwal sementara anda, tandailah hari-hari libur perguruan tinggi, hari libur agama, liburan semester, dan kalau perlu, kegiatan perguruan tinggi yang mungkin dapat mengganggu pelaksanaan kuliah. Isilah Jadwal ini dengan topik dan tanggal ujian sementara. Ingatlah selalu ritme tiap semester, termasuk saat-saat “ semangat menurun ”. sediakan, setidaknya sebagian dari jam kuliah menjelang tiap ujian untuk mengejar ketertinggalan atau untuk mengulang kembali materi yang telah dibicarakan sebelumnya. Sediakan waktu yang cukup untuk membahas topik-topik yang kompleks dan sulit. Sediakan waktu ditengah semester untuk mendapatkan pendapat atau umpan balik dari mahasiswa tentang perkuliahan yang sedang mereka ikuti itu. Juga berikan perhatian khusus pada hari pertama kuliah, pertemuan sebelum ujian, dan dua atau tiga pertemuan terkahir yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan dan memadukan tema-tema yang telah dibicarakan dalam kuliah tersebut.

Pilihlah Metode pembelajaran yang cocok untuk setiap pertemuan Kuliah. Daripada bertanya “ apa yang akan saya lakukan pada setiap pertemuan? Fokuskan pertanyaan anda pada “ apakah yang akan dilakukan mahasiswa? ”(Bligh, 1971) Carilah topik-topik manakah yang secara otomatis mengarah pada jenis kegiatan tertentu dikelas, dan pilihlah satu atau lebih kegiatan untuk setiap pertemua : ceramah, diskusi dalam kelompok kecil, kerja mandiri, simulasi, debat, studi kasus dan permainan peran, demonstrasi, kegiatan belajar berdasarkan pengalaman, teknologi pembelajaran, kerja bersama, dll. Untuk setiap topik, tentukan bagaimana anda akan mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti kuliah (melallui review atau preview), menyajikan konsep-konsep baru (melalui ceramah, diskusi, demonstrasi) meminta mahasiswa menerpakan apa yang telah mereka pelajari (melallui diskusi, kegiatan menulis diruang kuliah, kejasama), dan menilai apakah mahasiswa dapat mempraktekakn apa yang telah mereka pelajari (lewat tes, diskusi, problem solving, dsb).

Memilih Buku Teks dan Bacaan

Pilihlah buku teks dan bahan bacaan yang mnecerminkan tujuan matakuliah anda.
Buku teks memberikan pengaruh lebih besar daripada metode mengajar pada apa yang dipelajari mahasiswa (Mc.Keachie, 1986). Jelaskan kepada mahasiswa bagaimana bacaan-bacaan tersebut terkait dengan tujuan matakuliah dan kegiatan diruang kuliah. Beberapa dosen menugasi mahasiswa untuk membaca buku teks yang mengulangi materi yang diberikan diruang kuliah dan sebaliknya dengan tujuan untuk memeperkuat penguasaan materi tersebut. Sebagian bacaan mungkin dipilih untuk menjelaskan materi yang diberikan diruang kuliah dengan jalan memberikan contoh contoh dan penerapannya. Sebagian bacaan lainnya mungkin dimaksudkan untuk memberikan materi tambahan atau untuk menunjukkan pandangan lain yang bertentangan dengan pandangan yang disajikan diruang kuliah. (Sumber:selecting a Textbook:1987).

Buatlah kriteria untuk memilih bahan bacaan. Apabila ada beberapa buku teks, laporan, atau artikel yang sesuai dengan tujuan matakuliah anda, pilihlah diantara bahan bacaan tersebut dengan menggunakan kriteria berikut (Lowman:1987) :
- Keakuratan dan kemutakhiran isinya.
- Koherensi dan kejelasan isinya
- Derajat kesuliatan dan minat bagi mahasiswa
- Harga
- Ukuran buku
- Format dan tata letaknya unttuk kemudahan membaca

Mc Keachie (1986) menyarankan untuk memilih buku teks yang sesuai dengan pandangan anda karena mahasiswa mungkin akan kecewa dan bingung bila anda menunjukkan ketidaksepakatan anda dengan apa yang ada di dalam buku teks. Akan tetapi, untuk melengkapi buku teks utama dan menunjukkan kepada mahasiswa beberapa perspektif lainnya, anda dapat memilih artikel atau buku teks yang lebih pendek yang mengungkapkan pandangan-pandangan yang berbeda dari pandangan anda sendiri.

Tugasi Mahasiswa untuk mebaca beragam buku teks dan artikel, termasuk yang mutakhir. Perkuliahan ditingkatlanjut biasanya menuntut mahasiswa untuk membaca artikel, jurnal, makalah, laporan penelitian dsb. Tetapi, pada matakuliah tingkat lebih rendahpun mahasiswa seharusnya mendapatkan kesempatan untuk setidaknya membaca beberapa penerbiitan atau artikel jurnal mutkahir. Salah seorang dosen matakuliah ekonomi menugasi editorial harian Bussines News setiap minggu. Ia menggunakan editorial ini sebagai bahan diskusi dan pertanyaan ujian yang meminta mahasiswa untuk membandingkan editorial-editorial tersebut dengan isi buku teks pada topik-topik yang relevan.

Perhatikan beban belajar mahasiswa. Di kebanyakan perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan menyediakan waktu dua samapi tiga jam belajar di rumah untuk setiap jam belajar diruang kuliah. Untuk buku teks yang sederhana, anda dapat memperkirakan mahasiswa dapat membaca sekitar duapuluh halaman perjam, meskipun kecepatan itu akan tergantung pada kemampuan mahasiswa dan derajat kesulitan bahan bacaan tersebut.

Menetapkan Kebijakan Kuliah

Tugas yang mendapat kredit ekstra, Apabila anda menawarkan tugas tambahan guna mendapatkan kredit ekstra, umumkanlah hal itu di ruang kuliah sehingga setiap mahasiswa tahu akan adanya pilihan tersebut. Sebagian dosen menetapkan bahwa hanya mahasiswa yang memperoleh nilai C ke atas dalam tugas reguler sajalah yang boleh mengerjakan tugas dengan kredit ekstra tersebut.

Kehadiran. Biarkan mahasiswa mengetahui, melalui silabus dan pada hari pertama kuliah, bahwa anda mengharapkan mereka hadir keruang kelas secara teratur. Usahakan dengan keras agar waktu di ruang kelas menjadi berharga saat dimana belajar benar-benar terjadi. Mahasiswa juga cenderung akan hadir dikelas kalau mereka tahu bahwa ujian akan didasarkan kepada hal-hal yang telah dibicarakan di dalam kelas saja. Akan tetapi, kehadiran hendaknya tidak diwajibkan atau menjadi faktor dalam penetuan dalam mata kuliah. Jangan sampai mahasiswa hadir hanya karena ingin memenuhi kewajiban saja. Nilai matakuliah hendaknya didasarkan pada prestasi mahasiswa dalam menguasai kompetensi yang dibelajarkan (isi matakuliah) dan bukan pada faktor-faktor non akademik seperti kehadiran. Apabila anda mewajibkan kehadiran, beritahu mahasiswa bagaimana anda menghitung kehadiran itu. Berikan angka bonus pada mahasiswa yang hadir seratus persen atau hampir seratus persen. Itu lebih baik daripada menghukum mahasiswa yang absen dengan mengurangi angka mereka. Hasilnya mungkin sama saja tetapi mahasiswa akan lebih senang karena kehadiran mereka dihargai daripada ketidak hadiran mereka dihukum. Disamping kehadiran mereka, anda juga perlu memeperhatikan pola kehadiran anda sendiri. Beberapa pengamat menganjurkan agar dosen datang lebih awal di ruang kuliah (untuk menunjukan kepada mahasiswa anda bahwa anda bersemangat untuk memberikan kuliah yang penting itu), memulai kuliah tepat pada waktunya (untuk menghargai mahasiswa yang datang tepat waktu), mengakhiri kuliah tepat waktu (untuk memungkinkan mahasiswa meninggalkan ruang guna mengikuti kuliah selanjutnya).

Ujian perbaikan. Beritahu mahasiswa bagaimana kebijakan anda mengenai ujian perbaikan dan bagaimana prosedurnya.

Penyerahan tugas yang terlambat. Tegaskan kepada mahasiswa apakah anda akan menerima tugas yang diserahkan terlambat dan apa sanksinya yang akan anda berikan untuk tugas yang diserahkan terlambat. Ada dosen yang mengurangkan angka secara meningkat untuk setiap hari keterlambatan penyerahan tugas tersebut. Dosen lainnya memberikan beberapa tugas sehingga mahasiswa diijinkan untuk membatalkan (drop) satu atau dua tugas tanpa terkena sanksi (karena nilainya rendah atau karena tidak selesai). Dosen lainnya lagi memberikan dua hari kesempatan terlambat : satu tugas boleh terlambat dua hari atau dua tugas masing-masing terlambat satu hari.(Rusk:1987).

Penilaian. Beritahu mahasiswa bagaimana kebijakan anda dalam menetapkan nilai prestasi mahasiswaa dalam matakuliah anda.

Dosen juga harus menangani hal-hal yang bersifat administratif

Pesanlah buku-buku yang akan anda gunakan dalam mata kuliah itu sejak dini dan antisipasi kemungkinan keterlambatan penyediaan buku tersebut. Periksa ulang kemajuan pesanan buku anda ditoko buku dekat kampus kira-kira satu bulan sebelum semester dimulai. Begitu buku-buku sudah tersedia, periksa kembali berapa eksemplar buku yang tersedia ditoko buku tersebut. Sekalipun anda sudah berhati-hati, selalu saja ada kemungkinan buku-buku tersebut tidak datang tepat waktu. Siapkan bacaan yang anda bagikan sendiri, atau yang sudah tersedia di ruang reserve di perpustakaan, pada masa dua minggu pertama semester. Demikian semoga trik ini akan ada manfaatnya.(Adib, Gja, Aal. im).