|
Swara Ditpertais: No.
12 Th. II, 31 Juli 2004
|
MENUNGGU
HASIL PASCA SELEKSI BEASISWA MESIR
Ada
beberapa bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Direktorat Perguruan Tinggi
Agama Islam dengan beberapa universitas di luar negeri, salah satu diantaranya
adalah dengan memberikan beasiswa studi lanjutan. Hal ini sebagaimana
terefleksi dalam kepercayaan yang diberikan oleh para funding kepada Ditpertais
untuk memberikan bantuan beasiswa studi ke Al-Azhar Mesir. Baru-baru ini
Ditpertais melalui subdit kerjasama luar negeri dan publikasi melakukan
seleksi calon penerima beasiswa Al Azhar Mesir yang dilaksanakan tanggal
14-15 Juli 2004 pada 14 lokasi di seluruh Indonesia yaitu : 1)Jakarta,
2)Yogyakarta, 3)Makassar, 4)Palembang, 5)Medan, 6)Padang, 7)Banjarmasin,
8)Surabaya, 9)Gorontalo, 10)Semarang, 11)Bandung, 12)Mataram dan 13)Palu.
Mekanisme
seleksi dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup seleksi tertulis
berbahasa Arab meliputi Bahasa Arab dan Pengetahuan Agama Islam. Sedang
pada tahap kedua, adalah seleksi lisan meliputi Hafalan Al Qur’an
dan Pengetahuan Agama Islam. Soal-soal ujian tertulis disusun oleh Dr.
Aziz Fakhrurrazi dari UIN Jakarta. Sedangkan Tim Penguji Lisan berasal
dari UIN/IAIN/STAIN penyelenggara seleksi. Untuk UIN Jakarta terdiri atas
1)Dr. Akrom Malibary, 2)Dr. Sayuthi Nasution dan 3)Dr. Syairozi Dimyati.
Pengawas Ujian tertulis berasal dari Karyawan/wati Ditperta Islam yang
ditugaskan ke seluruh lokasi penyelenggara ujian.
Adapun
seluruh peserta ujian di seluruh Indonesia berjumlah 320 orang dengan
rincian sebagai berikut : 1)Jakarta : 105 orang, 2)Yogyakarta : 40 orang,
3)Makassar : 17 orang, 4)Palembang : 24 orang, 5)Medan : 30 orang, 6)Padang
: 5 orang, 7)Banjarmasin : 19 orang, 8)Surabaya : 17 orang, 9)Gorontalo
: 15 orang, 10)Semarang : 34 orang, 11)Bandung : 10 orang, 12)Mataram
: 7 orang dan 13)Palu : 14 orang.
Dari
seleksi ini akan direkrut sejumlah 100 orang yang akan diikutsertakan
pada Pelatihan Bahasa dan Budaya Arab tahun 2005 dan akan diberangkatkan
pada tahun yang sama. Namun dari 100 orang tersebut akan diperas lagi
menjadi 90 orang. Ujian ini dilaksanakan langsung oleh kedutaan Mesir
untuk melihat sejauhmana kompetensi masing-masing calon penerima beasiswa.
Kita berharap kerjasama baik ini akan berlangsung lama dan dapat memberikan
feed back yang memuaskan dalam rangka meningkatkan kualitas pengetahuan
Dirasah Islamiyah. (Adib, Gja)
|