PERAN METODOLOGI PENELITIAN DALAM CORAK PENELITIAN BERPRESPEKTIF GENDER
Swara Ditpertais: No.
12 Th. II, 31 Juli 2004
PERAN
METODOLOGI PENELITIAN DALAM CORAK PENELITIAN BERPRESPEKTIF GENDER
Gerakan
gender (gender movement) tidaklah monopoli kepentingan kaum perempuan
semata. Hal ini bisa dilihat dari side effect terjadinya ketidakadilan
gender yang nantinya akan merupakan persoalan bersama. Disamping itu dinafikannya
persoalan gender sebagai bagian dari problem berbangsa dan bernegara akan
semakin menjauhkan kita dari tatanan keadilan sosial. Untuk konteks Indonesia
peningkatan intensitas dan keseriusan dalam menangani ketidakadilan gender
dewasa ini telah menjadi masalah yang amat mendesak. Hal tersebut didasari
sinyalemen para pengamat perkembangan transformasi gender—diawali
sekitar tahun 1970-an— dimana terdapat suatu kecenderungan bahwa
gerakan transformasi gender sedang memasuki titik kulminasinya. Ada kecenderungan
ke arah anggapan bahwa persoalan gender tidak lagi dipandang sebagai persoalan
yang relevan dengan masalah-masalah kemasyarakatan, yang pada gilirannya
mengarah kepada upaya mengabaikan isu-isu gende. Untuk itu upaya untuk
selalu menggugah sensifitas gender perlu mendapatkan dukungan dari berbagai
pihak.
Kondisi
yang disinyalir oleh para pengamat sebagaimana dikemukakan diatas, sangat
boleh jadi disebabkan oleh kompleksitas problematika yang dihadapi oleh
bangsa Indonesia di era krisis multidimensional seperti sekarang ini,
yang karenanya, barangkali kemudian muncul anggapan bahwa masih banyak
masalah-masalah yang lebih besar ketimbang mengurusi isu-isu gender. Selain
itu, fenomena ini menandakan semakin menurunnya sensitifitas gender sebagai
akibat dari terjadinya stagnasi paradigmatis dalam kajian dan penelitian
gender, yang pada gilirannya menyebabkan terjadinya kejenuhan di kalangan
para pengkaji isu-isu gender, sehingga analisis gender menjadi kehilangan
signifikansi dan daya jelajahnya dalam upayanya meraih tatanan yang berkeadilan.
Jika
hal tersebut tidak segera diantisipasi atau ditanggulangi, kemungkinan
besar marginalisasi isu-isu gender akan terus berlangsung seiring dengan
kompleksitas dan problematika krisis yang sedang melanda bangsa ini. Dengan
demikian, lama-kelamaan isu gender-pun sudah tidak relevan dan tidak terdengar
lagi. Salah satu upaya untuk menempatkan gender agar mendapatkan perhatian
publik adalah dengan memberikan artikulasinya melalui media penelitian,
terutama memberikan bekal metodologi penelitian berprespektif gender.
Metodologi
penelitian sebagaimana diketahui adalah alat untuk melakukan penelitian
(How are you going to go about it). Melalui elaborasi metodologi penelitian
yang memiliki pendekatan gender, setidaknya akan banyak menambah khazanah
dan literatur kajian yang dimaksud. Gagasan untuk mengadakan ini telah
dilakukan oleh pihak STAIN Purwokerto kerjasama dengan Ditpertais Depag
RI yang secara bersamaan merupakan media komunikasi bertemunya pusat jaringan
gender di seluruh PTAI (Adib, IM).