Penyempurnaan Rancangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) PTAI oleh Team Pakar
Swara Ditpertais: No.
12 Th. II, 31 Juli 2004
SALAM
REDAKSI
Edisi
kali ini, redaksi menampilkan pemikiran lanjutan Direktur Perguruan Tinggi
Agama Islam yang mencoba memetakan persoalan utama yang dihadapi PTAI
dengan fokus utamanya adalah penjelasan lebih rinci apa itu “mal-praktik”
dalam dunia pendidikan. Dari penjelasan yang ada nampak sekali Direktur
Perta menekankan pentingnya perhatian terhadap kualitas PTAI dengan memberikan
warning bahwa mendirikan dan mengelola PTAI harus disertai dengan pertanggungjawaban
yang serius, tidak boleh asal-asalan. Tidak lupa kita juga menyajikan
rekaman acara pertemuan Nasional Pusjarlit dan Pusjardimas yang baru ini
baru saja dilaksanakan di Jakarta. Pertemuan kedua lembaga ini penting
sebagai wahana sharing experince masing-masing anggota lembaga. Hadir
dalam pertemuan tersebut pakar seperti, Parsudi Suparlan (UI), Atho’Mudzhar
(Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Depag), Moeslim Abdurrahman,
Ahmad Anshori Mattjik (IPB), Azyumardi Azra (UIN Jakarta), Direktur Pertais
(Arief Furqan) dan Dirjen Bagais (H. A.Qodri Azizy).
Dalam
rangka memberikan wawasan dan wacana, dalam edisi ini juga disampaikan
tulisan yang mempertanyakan peran dan posisi Umat Islam sebagai penerjemah
agama. Tulisan dari Abdul Muhayya ini merupakan suntingan dari seminar
Quo Vadis gerakan Islam di Indonesia, di STAIN Pekalongan belum lama ini..
Begitupula beberapa berita kegiatan di lingkungan Ditpertais lainnya.
Akhirnya selamat membaca. (Adib, Gja)