LOMBA
PRAKTEK PERADILAN
(Upaya mendekatkan alumni Fakultas Syariáh dengan Kompetensi Beracara
di Peradilan)
Pasca
pemberlakuan surat edaran Mahkamah Agung No.1 tahun 1998 yang membuka
kesempatan sarjana-sarjana Syariáh untuk mengikuti seleksi dan
lulus menjadi hakim dan pengacara praktek pada semua lingkungan peradilan
di Indonesia, telah memberikan “angin segar” bagi alumni fakultas
Syaráh. Kenyataan ini sekaligus mengisyaratkan perlunya keseriusan
pihak pengelola di tingkat fakultas untuk meningkatkan profesionalitas
mahasiswanya dalam mengetahui lika-liku beracara di lembaga peradilan.
Secara
obyektif dapatlah dikatakan bahwa meskipun telah ada dan banyak matakuliah
hukum pada pada kurikulum fakultas Syariáh, namun belum cukup mampu
untuk membekali para mahasiswanya untuk menghadapi tantangan, sekaligus
kesempatan yang terbuka untuk menjadi legal professional yang ada di depan
mata. Dengan telah lahirnya Asosiasi Pengacara Syari’ah (APSI) seharusnya
mampu menjadi penyemangat dan media untuk memajukan diri. Untuk itu dalam
rangka menuju ke arah professional, beberapa rangkaian kegiatan perlu
dilakukan antara lain. Pertama, dibutuhkannya kegiatan-kegiatan yang instant
yang mampu memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa lulusan Syariáh
untuk mampu berkompetisi dengan sarjana-sarjana hukum lain dalam karir
legal professional (advokat). Kedua, perlu segera dilakukan perubahan
arah dan orientasi pendidikan hukum Islam, proses belajar mengajar, serta
kultur dan kualifikasi lulusan yang dihasilkan.
Melihat
peluang dan sekaligus kenyataan masih minimnya profesionalisme lulusan
Syariáh dalam beracara di peradilan, Direktorat Perguruan Tinggi
Agama Islam bekerjasama dengan STAIN Purwokerto mengadakan Semiloka Arah
Oreintasi Syariáh dan Lomba Praktek Peradilan. Dengan acara ini
semoga lulusan Syariáh dapat mengoptimalkan diri dalam beracara
dan mampu berkompetisi dengan Sarjana hukum lain. (M. Adib, Gja)