Banner Swara Ditpertais
Menu Utama
Menu Utama
 
  M E N U
Dewan Redaksi
No.27 Th. III, 02 Mei 2005
No.25 Th. III, 15 Maret 2005
No.24 Th. III, 03 Feb 2005
No.23 Th. III, 01 Jan 2005
No.22 Th. II, 23 Des 2004
No.21 Th. II, 18 Des 2004
No.20 Th. II, 30 Nov 2004
No.19 Th. II, 15 Nov 2004
No.18 Th. II, 30 Okt 2004
No.17 Th. II, 15 Okt 2004
No.16 Th. II, 30 Sep 2004
No.15 Th. II, 17 Sep 2004
No.14 Th. II, 31 Ags 2004
No.13 Th. II, 15 Ags 2004
No.12 Th. II, 31 Juli 2004
No.11 Th. II, 17 Juli 2004
No.10 Th. II, 26 Jun 2004
No.9 Th. II, 15 Jun 2004
No.8 Th. II, 12 Mei 2004
No.7 Th. II, 17 Apr 2004
No.6 Th. II, 6 Apr 2004
No.5 Th. II, 24 Feb 2004
No. 4 Th. I, 6 Des 2003
No. 3 Th. I, 6 Nov 2003
   

 

 

 

 

 

 

 

LOMBA PRAKTEK PERADILAN


Swara Ditpertais
: No. 11 Th. II, 17 Juli 2004

LOMBA PRAKTEK PERADILAN
(Upaya mendekatkan alumni Fakultas Syariáh dengan Kompetensi Beracara di Peradilan)

Pasca pemberlakuan surat edaran Mahkamah Agung No.1 tahun 1998 yang membuka kesempatan sarjana-sarjana Syariáh untuk mengikuti seleksi dan lulus menjadi hakim dan pengacara praktek pada semua lingkungan peradilan di Indonesia, telah memberikan “angin segar” bagi alumni fakultas Syaráh. Kenyataan ini sekaligus mengisyaratkan perlunya keseriusan pihak pengelola di tingkat fakultas untuk meningkatkan profesionalitas mahasiswanya dalam mengetahui lika-liku beracara di lembaga peradilan.

Secara obyektif dapatlah dikatakan bahwa meskipun telah ada dan banyak matakuliah hukum pada pada kurikulum fakultas Syariáh, namun belum cukup mampu untuk membekali para mahasiswanya untuk menghadapi tantangan, sekaligus kesempatan yang terbuka untuk menjadi legal professional yang ada di depan mata. Dengan telah lahirnya Asosiasi Pengacara Syari’ah (APSI) seharusnya mampu menjadi penyemangat dan media untuk memajukan diri. Untuk itu dalam rangka menuju ke arah professional, beberapa rangkaian kegiatan perlu dilakukan antara lain. Pertama, dibutuhkannya kegiatan-kegiatan yang instant yang mampu memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa lulusan Syariáh untuk mampu berkompetisi dengan sarjana-sarjana hukum lain dalam karir legal professional (advokat). Kedua, perlu segera dilakukan perubahan arah dan orientasi pendidikan hukum Islam, proses belajar mengajar, serta kultur dan kualifikasi lulusan yang dihasilkan.

Melihat peluang dan sekaligus kenyataan masih minimnya profesionalisme lulusan Syariáh dalam beracara di peradilan, Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam bekerjasama dengan STAIN Purwokerto mengadakan Semiloka Arah Oreintasi Syariáh dan Lomba Praktek Peradilan. Dengan acara ini semoga lulusan Syariáh dapat mengoptimalkan diri dalam beracara dan mampu berkompetisi dengan Sarjana hukum lain. (M. Adib, Gja)