|
Swara Ditpertais: No. 27 Th. III, 02 Mei 2005
|
Salam
Redaksi
Para
pembaca yang budiman, mulai Mei 2005 anda akan dihidangkan dengan tampilan
Swara Ditpertais yang baru, baik dari segi desain cover, layout, maupun
gaya bahasa tulisan. Langkah ini diperlukan dalam rangka meningkatkan
kualitas dan memuaskan pembaca news letter.
Sementara itu dilihat dari segi contents, swara utama edisi kali ini menampilkan
kegiatan Participatory Planning Meeting. Bukan hanya lantaran moment perencanaan
untuk tahun anggaran 2006 yang dinilai tepat, tetapi lebih dari itu karena
berdasarkan evaluasi, kordinasi perencanaan di lingkungan Ditperta Islam
dinilai masih terdapat kelemahan di sana-sini. Lemahnya keterpaduan program
dan kegiatan antar Pusat-Daerah, antar unit kerja, serta belum adanya
kesepakatan mekanisme perencanaan program terasa masih dominan.
Salah satu mekanisme perencanaan yang sangat baik dan nampaknya perlu
diadopsi oleh Departemen Agama, khususnya Ditperta Islam, adalah sistem
perencanaan yang dilakukan oleh IAIN-Indonesia Social Equity Project.
Proyek kerjasama Departemen Agama RI dan Canadian International Development
Agency ini menganut perencanaan dengan system buttom up, di mana unit-unit
terkecil terlibat dalam proses perencanaan yang hasilnya dirumuskan oleh
tim taskforce. Hasil akhir dari proses planning kemudian diajukan ke Steering
committee Meeting, sebuah forum pengambilan keputusan tertinggi.
Sementara itu, untuk memacu pengembangan perpustakaan yang bertumpu pada
pemanfaatan teknologi informasi, newsletter edisi ini menampilkan perpustakaan
IAIN Sunan Ampel Surabaya sebagai profil swara. Ini semata untuk memacu
PTAI lain segera mewujudkan perpustakaan digital. Kelebihan utama pada
perpustakaan digital terletak pada kemampuan memberikan layanan yang cepat,
hemat, efektif, dan dapat diakses oleh publik dengan tanpa hadir di ruang
perpustakaan pada umumnya.
Materi lain yang ditampilkan pada edisi baru ini adalah perta’s
news, ruang komunikasi bagi pembaca dengan pengambil kebijakan pada kolom
ruang dialog, dan book galery sebagai ruang promosi buku terbaru produk
ilmiah civitas akademika. Selamat membaca!
|