Pada Edisi kali ini swaraditperta menampilkan beberapa informasi penting
untuk agenda kegiatan pada tahun 2005. Salah satu di antaranya adalah
keinginan Ditperta untuk membuka program khusus bagi fakultas Ushuluddin
dengan beasiswa penuh dari Ditperta. Perencanaan program ini dilandasi
oleh beberapa alasan khusus pertama, kecenderungan semakin minimnya lulusan
PTAIN yang mampu membaca kitab; kedua, semakin turunnya minat orang (calon
mahasiswa) untuk masuk ke fakultas Ushuluddin atau mereka yang masuk ke
fakultas Ushuluddin tidak merupakan orang pilihan. Padahal, menurut Pak
Direktur, justru di fakultas Ushuluddin inilah diharapkan akan muncul
alumni-alumni yang memiliki wawasan dan kedalaman ilmu yang luas. Bagaimana
mungkin bisa diharapkan mutunya, kalau fakultas Ushuluddin hanya menjadi
“terminal terakhir” bagi mereka yang tidak di fakultas lain?
Info ini selanjutnya bisa dibaca pada halaman depan.
Dalam
rangka melengkapi laporan edisi kali ini kami juga menampilkan beberapa
laporan kegiatan direktorat lainnya, seperti Simposium Pemikiran Islam
Kontemporer di STAIN Ternate, Sistem Evaluasi Program Studi di tiga wilayah
(Surabaya, Batusangkar dan bandung) serta Sosialisasi Panduan Penyusunan
Renstra dan Unit Kost Mahasiswa PTAI baru-baru ini di Jakarta. Kita juga
menampilkan tulisan bagaimana sesungguhnya Arah Penelitian untuk PTAI.
Paper ini diambil dari tulisan Bapak Dirjen Bagais Depag RI Prof. A. Qodri
Azizy, M.A dalam buku kecil yang merupakan kumpulan edaran Dirjen yang
penting untuk dibaca dan dikaji. Akhirnya selamat membaca. (Adib, Aal)