|
Swara Ditpertais: No. 17 Th. II, 15 Oktober 2004
|
Salam
Redaksi
Edisi kali ini memiliki nuansa yang berbeda, diantaranya karena kita telah
memasuki bulan suci Ramadhan. Oleh karenanya, firstly kami atas nama seluruh
team swraditperta mengucapkan Marhaban ya Ramadhan. Semoga kita akan mampu
memberikan artikulasi terhadap bulan yang suci ini, sehingga layak diwisuda
sebagai golongan muttaqien, amiin.
Kegiatan
yang kami laporkan pada edisi kali ini adalah pertemuan PRI dan PK I (IAIN/UIN
dan STAIN) se-Indonesia. Begitupula koordinasi Wakor dan Sekertaris Kopertais
se-Indonesia. Isu yang kami angkat adalah nasib Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK), what next? Kami hadirkan sedikit catatan dari salah satu team pakar
Prof. Akh. Minhadji, M.A, Ph.D dan beberapa pakar lainnya ( Prof. Masykuri
Abdillah, M.A, Ph.D, Dr. Muhaimin, Dr. Ibnu Hadjar, M.Ed, dan Dr. Saiddun
Fiddaroini, M.A).
Mewakili
gagasan dan pemikiran dari dosen PTAIN, kita tampilkan tulisan dari Saudara
Dr. Ainurrofiq, M.A yang mencermati fenomena materialisasi pendidikan
(lanjutan tulisan edisi sebelumnya). Muara dari tulisannya ini adalah
masalah moralitas yang mulai digusur dan diabaikan. Teropongan histories
eksistensi pendidikan Islam juga menarik untuk dicermati. Akhirnya selamat
membaca. (Mr. Adib, Aal)
|