PEDOMAN PENERBITAN JURNAL ILMIAH
PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM


     

 

 


PENDAHULUAN


Penerbitan ilmiah di suatu lembaga Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) merupakan suatu tuntutan akademis yang tak bisa dihindarkan lagi. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan tinggi termasuk PTAI menyandang tiga tugas utama yaitu: pertama, tugas pengembangan bidang pendidikan dan pengajaran; kedua, melaksanakan tugas pengabdian ke masyarakat; dan ketiga tugas melakukan penelitian. Ketiga tugas tersebut bersimbiosis untuk meraih misi utama, yaitu sebagai upaya untuk mencerdaskan bangsa ini guna menyongsong masa depan, dan juga menyandang tugas untuk meneruskan bangsa ini sebagai sebuah nation.

Lahirnya jurnal ilmiah di sebuah PTAI merupakan salah satu wahana yang sangat penting untuk mengembangkan keilmuan agama Islam di tingkat pendidikan tinggi, dan untuk mengembangkan masyarakat. Melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, PTAI selain dapat memberikan sumbangsih pemikiran sebagai hasil kajian keilmuannya ke tengah masyaarakat, sekaligus merupakan media informasi kebradaan PTAI itu sendiri di tengah-tengah dunia perguruan tinggi lainnya. Dengan demikian hubungan PTAI dengan masyarakat merupakan hubungan yang saling bersinergi.

Pedoman penerbitan ilmiah ini dimaksudkan sebagai sarana informasi yang singkat dan padat, dan lebih bersifat teknis dalam rangka pengelolaan dan penerbitan jurnal ilmiah di PTAI. Hinga saat ini (1999/2000) tampaknya penerbitan jurnal ilmiah di PTAI sudah melembaga. Hal itu tergambar dari banyaknya jumlah penerbitan ilmiah yang masuk ke Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam yang berjumlah 59 penerbitan. Jumlah jurnal yang masuk tersebut telah dipandang oleh institusinya masing-masing sebagai penerbitan yang layak untuk diakreditasi di Komisi Pengembangan Penerbitan Ilmiah c.q. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Ditbinlitabmas, Ditjen Dikti). Selain itu masih banyak lagi penerbitan jurnal ilmiah di lingkungan perguruan Tinggi Agama Islam yang masih dalah proses penyempurnaan untuk diusulkan pula agar memperoleh akreditasi Komisi Penerbitan Ilmiah tersebut. Itu berarti jumlah penerbitan ilmiah yang telah diterbitkan oleh PTAI saat ini jauh melebihi jumlah lembaganya sendiri. Dengan kata lain ada PTAI yang menerbitkan lebih dari satu jurnal, sesuai dngan jumlah fakultas yang ada di lembaga tersebut. Di satu sisi secara kuantitatif penerbitan jurnal ilmiah di lingkungan PTAI cukup membesarkan hati, namun setelah melalui proses pengakreditasian di tingkat nasional, jumlah yang lolos terakreditasi pada tahun 1999/2000 baru berkisar 20%.

Penerbitan leaflet ini diharapkan disamping memberikan informasi secara singkat dan padat untuk pengelolaan penerbitan jurnal ilmiah, juga dimaksudkan sebagai dorongan bagi kalangan PTAI untuk terus meningkatkan kualitas penerbitannya, sehingga kelak menjadi jurnal yang terakreditasi dan dapat menjadi media penyebarluasan informasi ilmiah yang berkualitas, serta diharapkan bisa menjadi acuan para peneliti dan pihak-pihak yang memerlukan informasi baru tentang pengembangan keilmuan. ***

Kembali ke Daftar Isi