BAB II
PENYELENGGARAAN PENELITIAN

A. Landasan Penyelenggaraan Penelitian

Penyelenggaraan penelitian PTAI ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagai wujud kebijakan di bidang pendidikan tinggi dan penelitian. Adapun peraturan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  3. Keputusan Menteri Agama Nomor 110 Tahun 1982 tentang Pembidangan Ilmu Agama Islam.
  4. Keputusan Menteri Agama Nomor 383 Tahun 1997 tentang Kurikulum Nasional Program Sarjana (S1) IAIN yang Disempurnakan dan Kurikulum Nasional Program Sarjana (S1) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).
  5. Keputusan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama Republik Indonesia.
Dalam ketentuan Pasal 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 dinyatakan, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Kemudian dalam ketentuan Pasal 20 ayat (2) dinyatakan, “Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.” Selanjutnya, dalam ketentuan Pasal 24 ayat (1) dan (2) dinyatakan, “(1) Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan pada perguruan tinggi berlaku kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan; (2) Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.”

Atas perihal yang sama, menurut ketentuan Pasal 2 ayat (1) dinyatakan, “(1) Tujuan pendidikan tinggi adalah: a) menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/ atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian; b) mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.” Selanjutnya dalam ketentuan Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 dinyatakan, “(1) Perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian serta pengabdian kepada mayarakat; (2) Pendidikan tinggi merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan manusia terdidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1); (3) Penelitian merupakan kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian; (4) Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat”.

Untuk menuju ke arah itu, penyelenggaraan penelitian PTAI dititikberatkan pada pengembangan IAI, ditunjang oleh disiplin atau bidang ilmu lain yang relevan. Landasan penyelenggaraan penelitian dalam lingkungan PTAI ialah beberapa keputusan Menteri Agama berkenaan dengan pembidangan IAI dan kurikulum pendidikan tinggi agama Islam. Sementara itu, penyelenggaraan penelitian PTAI yang diprogramkan secara nasional oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam didasarkan kepada Keputusan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2001.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 110 Tahun 1982, pembidangan IAI adalah sebagai berikut:
1. Bidang ilmu Qur’an dan Hadits.
2. Bidang ilmu Pemikiran dalam Islam.
3. Bidang ilmu Fiqh (Hukum Islam) dan Pranata Sosial.
4. Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam.
5. Bidang Ilmu Bahasa.
6. Bidang ilmu Pendidikan Islam.
7. Bidang Ilmu Dakwah Islamiyah.
8. Bidang Ilmu Perkembangan Pemikiran Modern di Dunia Islam.

Berdasarkan penetapan tersebut, agama Islam ditempatkan sebagai subjek dalam penyelenggaraan penelitian PTAI. Subjek tersebut secara garis besar dapat dipilah menjadi tiga ranah yang bersifat kontinum. Pertama, ranah doktrin agama atau substansi ajaran Islam dengan segala refleksinya. Kedua, ranah struktur dan dinamika yang dibangun oleh agama dalam realitas sosial dan dinamika sejarah. Ketiga, ranah sikap dan penghadapan pemeluk agama terhadap simbol dan doktrin agama. Untuk memahami, menggambarkan, dan menjelaskan subjek tersebut diperlukan berbagai pendekatan, baik monodisipliner maupun interdisipliner dan multidisipliner.

 

!
!