Fakultas Dakwah PTAIN akan Terjunkan Tenaga Dai ke Aceh
Gedung Pusdiklat, Berita UIN Online - Masyarakat Aceh pasca gempa dan badai tsunami saat ini masih membutuhkan tenaga konselor dan dai. Untuk itu, Fakultas Dakwah PTAIN se-Indonesia akan segera menerjunkan para tenaga dai ke Aceh.
Gagasan untuk merehabilitasi mental masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu mengemuka dalam pertemuan para Dekan Fakultas Dakwah UIN/IAIN dan Ketua STAIN se-Indonesia di Gedung Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Agama, Ciputat, 29 Januari 2005 lalu. Gagasan itu sekaligus untuk mempertegas peran nyata Fakultas Dakwah dalam penanganan masalah masyarakat Aceh pascagempa dan badai tsunami, terutama dari segi pembinaan mental ruhani.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta Prof. Dr. Yunan Yusuf, yang menjadi tuan rumah pertemuan ini, mengatakan peran Fakultas Dakwah bagi rehabilitasi masyarakat Aceh sangat dibutuhkan mengingat trauma yang dialami mereka pascagempa dan badai tsunami belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, pihaknya akan segera mengoordinasikan bantuan dengan seluruh Fakultas Dakwah UIN/IAIN dan STAIN se-Indonesia, khususnya yang berkenaan dengan bimbingan mental dan agama. “Mereka (masyarakat Aceh, Red ) membutuhkan sejumlah tenaga konselor dan dai, sehingga kita berkewajiban membantunya. Sebab, kalau bukan kita siapa lagi,” katanya antusias.
Pendapat yang sama dikemukakan Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Araniry Banda Aceh, Prof. Dr. Daniel Djuned. Di Aceh, kata dia, saat ini banyak misionaris yang membantu masyarakat Aceh dengan dalih kemanusiaan. “Tapi di balik itu, saya melihat banyak bantuan yang dibungkus dengan label dan gambar misionaris itu sendiri,” ujar Ketua Komisi Kefatwaan Majelis Permusyawaratan Ulama Provinsi NAD ini.*
|