|
Bunga rampai tentang IAIN ini merupakan upaya untuk sedikit memberi keterangan lebih luas kepada masyarakat. Tentu saja dengan itu bukan untuk mengatakan bahwa selama ini pihak IAIN dan STAIN tidak pernah menyediakan informasi tentang diri mereka. Dapat dipastikan bahwa semuanya telah menerbitkan buku yang berisi informasi deskriptif tentang keberadaan lembaga yang dikemas dalam bentuk-bentuk umum seperti yang telah dise-butkan sebelumnya. Hanya saja, |
di antara mereka ada yang menuangkannya secara rinci dan ada pula yang masih terlihat umum. Sebenarnya, meskipun masih bersifat diskriptif-kronologis, buku yang mengkaji IAIN secara lebih komprehensif juga pernah diterbitkan, seperti Base-line Study of IAIN yang disusun oleh tim peneliti Pusan Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) IAIN JAkarta dengan sponsor Depag. Namun demikian, kajian yang bersifat analitik dan evaluatif, kalaupun ada, masih tercecer di sana-sini dan belum diterbitkan secara utuh dalam bentuk buku. Oleh karenanya penerbitan buku ini diharapkan dapat menjadi langkah untuk menghimpun dan melengkapi kajian-kajian yang pernah dilakukan.
Sama dengan sikap pembaca ideal di hadapan teks apapun, informasi yang terkandung di dalam buku ini perlu disikapi secara kritis, Sebagai catatan bagi pembaca, buku ini dapat disebut sebagai buku pedoman, dan sekaligus juga bisa dipandang sebagai otobiografi lembaga. Oleh karena memuat informasi mengenai seluk beluk, perjalanan, landasan hukum, visi, misi, arah dan sebagainya, buku ini dapat difungsikan sebagai buku pedoman. Ia akan mengantarkan pembaca untuk mengetahui gambaran lembaga beserta penggalan dan bagian-bagian di dalamnya, Akan tetapi karena semuanya ditulis oleh orang dalam, maka kritik, penilaian dan saran-saran yang mengemuka tidak lain merupakan otokritik yang dialamatkan kepada diri mereka sendiri. Dengan kata lain, ketika para penulis membahas IAIN, pada dasarnya mereka berbicara tentang diri mereka sendiri, karena mereka sendirilah sebenarnya yang berstatus sebagai salah satu komponen terpenting lembaga. Oleh karenanya, pembaca tidak hanya dituntut untuk mengkritisi informasi tentang IAIN, tetapi juga cara-cara para penulis memilah, memilih dan mengemukakan data juga perlu dilihat secara jeli. Tentu saja unsur subyektivitas akan muncul, tetapi persoalan utamanya bukan terletak di situ. Sebagai orang dalam para penulis akan sangat niscaya untuk bersikap subyektif; maka yang penting adalah bagaimana pembaca menerima dan menerjemahkan subyektivitas mereka ini. Bagaimanapun juga, di balik subyektivitas posisi penulis, kedekatan dengan lembaga yang bersifat menyatu memungkinkan mereka untuk menangkap dan mengungkap hal-hal yang substantif. Dengan itu pembaca dapat berharap untuk memperoleh informasi dari tangan pertama (first hand informationI) yang mungkin tidak ditemukan dari pihak lain.
|