Diktis, 12/5/2012. Sabtu, 12/5/2012 adalah hari yang cukup mendebarkan bagi 1300 pendaftar untuk lanjut studi di Universitas Afrika International Khourtum Sudan. Untuk menampung animo pendaftar yang tinggi tersebut, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam meminta bantuan kepada 4 (empat) PTAIN untuk menjadi tempat pelaksanaan seleksi mahasiswa. Empat perguruan tinggi tersebut adalah UIN Sultan Syarif Qasim Pakanbaru untuk melayani zona Sumatera, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk Jawa Barat, DKI dan Banten, IAIN Sunan Ampel untuk zona Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan Bali, dan UIN Alauddin Makassar untuk zona Indonesia Timur.
Begitu tingginya animo tersebut, waktu pendaftaran untuk ke Universitas Al-Azhar harus ditutup lebih awal dari jadual semula yakni pada tanggal 12 Mei 2012. Padahal, awalnya waktu pendaftaran hingga tanggal 23 Mei 2012. Hingga saat ini, pendaftar ke Universitas Islam tertua di dunia ini sudah mencapai 2000 orang lebih, dan jumlah itu terus bertambah hingga Sabtu malam.
Animo masyarakat yang masih cukup tinggi ini dilatarbelakangi dengan pelbagai motivasi. Ada motivasi beasiswa, prestise kuliah luar negeri dan ada juga motivasi keilmuwan. Rahmat (18 th), alumni MAN Payakumbuh Sumatera Barat rela bersusah payah menempuh waktu tempuh 9 jam dari kampung halamannya untuk ikut seleksi ini. “Saya merasa para ulama sudah makin langka,” komentarnya. “Saya ingin menjadi ulama,” imbuhnya.
Dalam proses seleksi ini, peserta diuji langsung oleh para dosen dari Universitas Khourtum Sudan, seperti Dr Mohammed Eltayeb Mohamed (UIN Pakanbaru), Eltahir Eltayib Eltahir Adres dan Eldaw Awad Elkarim (di UIN Jakarta), Salih Mohamed Ahmed (UIN Makassar), Abdul Aziz Mohamed Omer (IAIN Sunan Ampel).
Peminat Al-Azhar mendekati 2500
Sabtu, 2 juni 2012 akan diselenggarakan seleksi mahasiswa yang mendaftar untuk kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Ujian seleksi akan diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Jambi, UIN Alauddin Makassar, IAIN Antasari Banjarmasin, dan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Animo masyarakat untuk lanjut studi di universitas Islam tertua di dunia ini masih tinggi. Hingga berita ini diturunkan, jumlah pendaftar hampir mendekati 2500 pendaftar. (anis)