KEMENAG AKAN MENGAWAL ALIH STATUS 5 IAIN KE UIN
Tanggal : 5/14/2012 1:54:00 PM   Sumber : Subdit Kelembagaan Diktis

Diktis, 5/5/2012. Hari Jumat 5/5/2012, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam mendengarkan presentasi 3 (tiga) PTAIN untuk alih status ke Universitas Islam Negeri (UIN). Tiga perguruan tinggi tersebut adalah IAIN Ar-Raniry Aceh, IAIN Sumatera Utara dan IAIN Raden Fatah Palembang. Presentasi kesiapan tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Direktur Pendidikan Tinggi Islam. Para Rektor perguruan tinggi mempresentasikannya dengan antusias proposalnya di hadapan tim ahli/pakar yang juga terlibat intens dalam alih status UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Mereka adalah Prof. Dr. Atho Mudzhar, Prof. Dr. Amin Abdullah, MA, Prof. Dr Masykuri Abdullah dan Prof. Dr. Suwito, MA, serta Dr. rer. Nat Abu Amar.

Dalam presentasi tersebut, secara umum masukan dari tim ahli antara lain adalah belum tampaknya paradigm keilmuwan dalam penyelenggaraan universitas nanti. “Yang selalu ditanyakan dalam forum interdept (baca: antar departemen) adalah apa bedanya dengan universitas lainnya,” komentar Amin Abdullah untuk menguatkan statemen tersevyt. “Untuk itu epistemology keilmuwan harus dibangun sedemikian kokoh,” lanjutnya.

Masykuri Abdillah juga mengingatkan agar konversi ke UIN jangan sampai meminggirkan keberadaan program studi keislaman yang ada. Karena itulah yang menjadikan pokok kekhawatiran dan ketidaksetujuan alih status IAIN menjadi UIN di tahun yang lalu. “Pengalaman pada UIN Jakarta, perlu ada prosentase keberadaan program studi yang ditawarkan dalam UIN nanti, entah 70:30 untuk prodi Agama dan Umum, atau 60:40,” ulasnya.

Saat ini, Kementerian Agama telah mempunyai 6 (enam) UIN, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Sultan Syarif Qasim Pakanbaru. Tim Ahli menghendaki agar masing-masing UIN yang diajukan nanti mempunyai distingsi karakteristik. “Sangat perlu menampilkan apa yang sudah ada pada keenam UIN sebelumnya,” anjur Prof. Dr. Atho Mudzhar.

Apa yang disampaikan oleh para pakar di atas juga diamini oleh anggota tim lain. Di sisi lain, Dr. rer Nat Abu Amar memberikan penilaian dan komentar atas proposal dan presentasi alih status ini dengan berpijak pada 7 (tujuh) standar yang dijadikan sebagai acuan penilaian. Dia memberikan masukan bahwa sebaiknya IAIN memperkuat akreditasi program studinya, memperbaharui izin prodi, dan sejenisnya. Anjuran ini diiyakan oleh Prof. Dr. Suwito, MA yang menyarankan bahwa informasi data kelembagaan harus ditampilkan dalam proposal seperti jumlah prodi yang sudah terakreditasi, jumlah guru besar, dan lain sebagainya. Karena itu yang bisa diukur dan dilihat penilai secara langsung.

Proses alih status ini akan dilanjutkan setelah masing-masig IAIN memperbaiki proposalnya sesuai masukan tim pakar/ahli, bersama-sama dengan 2 (dua) IAIN yang presentasi sebelumnya, yakni IAIN Sunan Ampel Surabaya dan IAIN Walisongo Semarang. Dengan demikian, Kementerian Agama akan mengawal 5 proposal alih status menuju Universitas Islam Negeri. (ANIS)

Cetak Halaman ini

DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3 - 4 Lt. 8 Jakarta Pusat
Telp. 021-3853449, 3812344, 3519734
Fax. 021- 34833981